

Kondisi Arus lalu lintas di depan Pelabuhan Jayapura saat KM Gunung Dempo sandar di pelabuhan Jayapura, Rabu (20/8). (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Penerapan perubahan arus lalu lintas di sekitar Pelabuhan Jayapura yang mulai berlaku sejak Rabu (20/8) dinilai cukup efektif. Hal ini terlihat dari kondisi arus lalu lintas yang lebih lancar saat kapal Gunung Dempo bersandar dan menurunkan ribuan penumpang.
Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, AKP Muhammad Akbar menjelaskan, perubahan arus lalu lintas diterapkan untuk mengurai kemacetan yang selama ini sering terjadi saat kapal masuk. Kebijakan ini sebelumnya telah disosialisasikan sejak lama, namun baru diberlakukan kemarin.
“Perubahan jalur ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Kendaraan dari arah Entrop dialihkan melalui Tasangka–Polimak–Kota Jayapura. Hanya kendaraan dari arah Kota Jayapura menuju Entrop yang bisa melewati jalur Pelabuhan Jayapura,” jelas AKP Akbar, Rabu (20/8).
Menurutnya, penerapan ini berlaku untuk semua kendaraan, termasuk taksi dari arah Entrop yang hendak mengantar penumpang ke pelabuhan. Mereka tetap bisa masuk, namun harus melalui jalur Polimak karena jalur di Argapura sudah ditutup total.
“Meski begitu, warga yang tinggal di sekitar pelabuhan seperti Weref masih bisa melintas,” tambahnya.
Hasilnya cukup terlihat. Kapal Gunung Dempo yang tiba pagi kemarin menurunkan 1.559 penumpang dan memberangkatkan sekitar 500 penumpang tanpa menimbulkan kemacetan.
“Biasanya antrean kendaraan bisa sampai depan Kantor DPRP atau bahkan macet panjang di Argapura, tapi sekarang tidak ada lagi,” ujar AKP Akbar.
Page: 1 2
Ia juga meminta para kepala daerah untuk turun langsung ke lapangan apabila terjadi bencana. Menurutnya,…
Hasil ini mengukuhkan Persido Dogiyai sebagai juara Grup A dengan koleksi 7 poin, sementara Persemi…
Terkait ini Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP)…
Berdasarkan keterangan medis, luka tembak masuk dari bawah telinga kanan dan keluar di bagian bawah…
Fakta ini menunjukkan bahwa korupsi kepala daerah bukan persoalan yang terjadi di satu wilayah tertentu…
"Kita memiliki karunia besar dari yang Mahakuasa, bahwa kita nanti mampu. Kebutuhan BBM kita bukan…