

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meminta masyarakat terus mengembangkan potensi lokal, khususnya sektor perkebunan kelapa, pertanian, dan perikanan sebagai penggerak ekonomi di Kabupaten Sarmi. Hal itu disampaikan Fakhiri saat meninjau prospek program cetak sawah di Kampung Tetom Jaya, pengelolaan kopra di Kampung Anus, serta Kelompok Tani Kopra Mandiri di Kampung Holmafen, Kamis (14/5).
Menurutnya, produksi kopra dan minyak kelapa yang selama ini menjadi sumber ekonomi masyarakat Sarmi harus terus dipertahankan meski sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kegiatan membuat kopra dan minyak kelapa jangan berhenti. Mudah-mudahan mulai bulan Juni kita tingkatkan lagi supaya aktivitas ekonomi masyarakat kembali tumbuh,” ujarnya.
Fakhiri menilai Sarmi memiliki peluang besar berkembang sebagai kawasan ekonomi berbasis perkebunan kelapa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat kampung. Selain perkebunan, ia juga menyoroti besarnya potensi sektor perikanan dan kelautan di wilayah pesisir Sarmi. Menurutnya, kawasan pesisir mulai dari Demta hingga perbatasan Mamberamo memiliki sumber daya udang dan ikan yang melimpah.
“Kalau ini dikelola baik, masyarakat Sarmi harus bisa hidup dari laut. Pemerintah akan dorong pembangunan kampung nelayan lengkap dengan pabrik es, cold storage, dermaga, koperasi, hingga bengkel perahu,” katanya.
Page: 1 2
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…