Dia menjelaskan, Pemkot Jayapura menargetkan intervensi terhadap 25.000 jiwa di kota Jayapura selama tahun 2023. Namun sampai Desember 2023 baru mencapai 18.000 dari target 25.000. Hasilnya 2000 anak dinyatakan stunting atau dalam kondisi kurang gizi dan gizi buruk.
“Ternyata partisipasi masyarakat untuk datang ke Posyandu untuk memeriksakan anaknya, mengukur anaknya, itu meningkat sampai di bulan Desember. Dengan peningkatan jumlah masyarakat yang datang periksa ternyata mengindikasikan juga bahwa di antara 18.000 itu ternyata yang stunting adalah 2000 anak” bebernya.
Lanjut dia, semakin tinggi masyarakat datang, ternyata kenaikan kasus semakin tinggi. Kalau selama ini dianggap kurang, ternyata masyarakat yang datang ke Posyandu sedikit. Tetapi begitu partisipasi masyarakat ke Posyandu meningkat, sampai Desember 2023 itu data kasus yang ditemukan juga meningkat.
“Jadi kasus meningkat bukan karena kita gagal dalam penanganan, tetapi meningkat karena jumlah masyarakat yang datang (ke Posyandu) itu semakin meningkat,” tambahnya. (roy/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
‘’Ada komitmen bersama untuk membangun bangsa dan negara. Dan juga kehadiran kodim 1707 Merauke tentu…
Kepala Kampung Karya Bumi, Muryani, menjelaskan bahwa lahan pemakaman umum tersebut dibeli dari pemilik tanah…
Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke Karennu ditemui media ini mengungkapkan, di tahun 2025 lalu, pihaknya…
Kapolres Jayawijaya melalui Plt. Kasie Propam Aiptu Frans Risamau hari ini dilakukan Gaktiplin bagi setiap…
“Bapak Presiden bertemu dengan Raja Charles ke-3. Kemudian intinya adalah ada kerja sama dan komitmen…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan masalah saling serang diantara masyarakat yang dipicu dari…