

Bripda Alfandi Steve Karamoy ketika dievakuasi dan dilakukan pertolongan pertama di Puskesmas Sugapa, Jumat (19/1) malam. Sayang, personel Satgas Damai Cartenz itu dinyatakan gugur. (foto: SATGAS DAMAI CARTENZ)
JAYAPURA – Awan kelam menyelimuti petugas pengamanan daerah konflik di Kabupaten Intan Jaya. Pada Jumat (19/1) malam sekira pukul 19.00 WIT salah satu anggota Satgas Damai Cartenz bernama Bripda Alfandi Steve Karamoy tertembak dan dinyatakan gugur.
Aksi penembakan ini dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Intan Jaya yang dipimpinan Apen Kobogau dengan status Wakil Pangkodap VIII.
Kasatgas Humas Damai Cartenz, Ops Damai Cartenz AKBP Dr. Bayu Suseno menjelaskan bahwa serangan KKB ini diduga berasal dari belakang Tower BTS Telkomsel, di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa.
Dan akibat serangan ini satu personel Operasi Damai Cartenz terkena tembakan dan gugur. Bayu mengatakan personel yang terkena luka tembak telah dievakuasi dan dilakukan pertolongan pertama di Puskesmas Sugapa. Hanya saja oleh dokter Piter menyampaikan bahwa personel tersebut dinyatakan gugur.
“Anggota Bripda Alfandi Steve Karamoy terkena tembakan di bagian rahang kiri tembus rahang kanan dan mengakibatkan ia gugur,” ujar Bayu Suseno tadi malam.
Lebih lanjut Bayu menyampaikan bahwa anggota Ops Damai Cartenz yang berada di wilayah tersebut mengalami serangan dari KKB selama 30 menit dari arah belakang pos.
“Saat ini kami masih melakukan penyisiran terhadap pergerakan KKB di wilayah Intan Jaya tersebut,” ujar Bayu Suseno.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…