Categories: METROPOLIS

Data Mahasisiwa Unggul Papua Selalu Divalidasi Ulang

JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura memastikan tetap melakukan validasi   ulang data-data mahasiswa yang mengikuti program perkuliahan beasiswa unggul Papua yang sementara ini sedang mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri dan di dalam negeri.

Kepala BPKD Kota Jayapura, Dessy Wanggai mengatakan, validasi yang dilakukan pihaknya itu untuk memastikan jumlah mahasiswa yang sedang melaksanakan program perkuliahan yang sebelumnya didanai oleh Pemprov Papua yang kemudian belakangan  dilimpahkan ke setiap kabupaten/kota termasuk Kota Jayapura.

“Sebelum kita menyalurkan harus ada rekonsiliasi,  atau validasi,” kata Dessy Wanggai, Sabtu (17/8).

Dia menjelaskan Pemkot Jayapura sudah mengalokasikan dana untuk pembiayaan beasiswa mahasiswa unggul Papua itu sejak 2023 sampai 2026 nanti.  Di tahun 2023 pemerintah telah mengalokasikan dan menyalurkan anggaran sebesar Rp 15 Miliar, kemudian di 2024 ini dari hasil validasi data mahasiswa pihaknya akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,4 miliar.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

9 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

10 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

11 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

12 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

13 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

14 hours ago