Categories: PEGUNUNGAN

Kaum Intelektual Tolikara Minta Kapolda Usut Kasus Pembakaran Gedung KPU

JAYAPURA-Kaum Intelktual Tolikara minta Kapolda Papua, memeriksa Sekretaris KPU Tolikara dan Ketua KPU Papua Pegunungan terkait pembakaran Kantor KPU Pegunungan, yang terjadi pada Rabu (14/8) lalu.

Iberani Ricky Weya, seorang intelektual dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Tolikara, menyatakan kebakaran tersebut dipicu oleh aksi massa dari 46 distrik yang terlibat dalam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Tolikara.

Dimana sebelumnya pada 18 mei 2024 Ketua KPU Tolikara Netius Wenda melantik anggota PPK Tolikara di Hotel Sartika Wamena.

Namun, sejak pelantikan hingga adanya aksi itu, sekretaris belum juga membayar hak dari PPK. Ironisnya lagi, Ketua KPU Baru bukannya mengakomodir PPK lama, tapi justru mengangkat PPK baru untuk Pemilukada Kabupaten Tolikara, sebelum masa jabatan PPK lama ini berakhir.

“SK PPK lama ini masih aktif, tapi KPU Pegunungan justru mengumumkan PPK baru, inilah picu awal aksi pembakaran Kantor KPU kemarin,” jelasnya di Jayapura, Jumat (16/8) lalu.

Atas Kondisi ini pihaknya mendesak agar aparat kepolisian segera memeriksa KPU Papua Pegunungan dan Sekretaris KPU Kabupaten Tolikara guna mengungkap penyebab insiden tersebut.

“Kami meminta Polda Papua segera memeriksa Ketua KPU Papua Pegunungan dan Kepala Sekretariat KPU Kabupaten Tolikara untuk mengungkap penyebab kebakaran ini,” tegasnya.

Apabila ditndak lanjuti maka Kaum Intelektual ini akan tempuh jalur hukum. “Sehingga Kami harap Kapolda usut kasus ini, guna merendam situasi di Kabupaten Tolikara,” harapnya.

Demison Yikwa, perwakilan intelektual dari Dapil 4, menambahkan KPU Pegunungan harus mengakomodir PPK lama sampai masa jabatan berakir. “Kami minta SK PPK yang bsru dibatalkan, karena SK PPK lama masih aktif,” pintanya.

Dia pun mengatakan ketidakharmonisan komunikasi antara KPU Papua Pegunungan dan KPU Tolikara menjadi pemicu utama insiden ini. “Kami semua prihatin, kebakaran ini tidak masuk akal dan mencerminkan buruknya komunikasi antara KPU Provinsi dan KPU Tolikara,” tegas Yikwa.

Meski demikian, Yikwa menekankan tidak ada konflik horizontal antara masyarakat Tolikara atau dengan pihak lain seperti Bawaslu Provinsi maupun Kabupaten. “Kami masyarakat aman aman saja, hanya saja penyelenggara harus bekerja sesuai aturan,” tuturnya. (rel/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

1 day ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

1 day ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

1 day ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

1 day ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

1 day ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

1 day ago