

Potensi retribusi parkir yang ada di depan Kawasan Pasar Hamadi. Untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah, maka perlu penertiban juru parkir liar yang masih ada di sejumlah tempat di Kota Jayapura. Dok/Cepos
JAYAPURA– Salah satu persoalan penting yang disampaikan masyarakat kepada penjabat Walikota Jayapura dalam kesempatan coffee morning beberapa waktu lalu adalah, terkait maraknya kehadiran juru parkir liar di beberapa titik di wilayah kota Jayapura.
Hal ini dianggap meresahkan, karena pungutan yang diberlakukan juga cukup besar, sehingga masyarakat cenderung merasa terganggu dengan kehadiran para petugas parkir liar tersebut.
Penjabat Walikota Jayapura, Christian Sohilait langsung meminta kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Jayapura untuk segera menertibkan para juru parkir liar yang tersebar di beberapa kawasan di Kota Jayapura itu.
“Saya sudah minta kepada Kepala Bapenda untuk tolong parkiran itu dipantau. Yang liar-liar itu kita perlu pantau, kalau memang perlu diambil kita ambil saja,” kata Christian Sohilait.
Dia menegaskan, bagi masyarakat pengguna areal parkir tepi jalan diminta hanya memberikan uang parkir kepada petugas parkir yang legal dan disiapkan oleh Pemkot Jayapura melalui Badan Pendapatan Daerah. Di mana para petugas parkir yang resmi itu memiliki atribut khusus dan besaran uang parkiran juga sudah ditentukan sesuai dengan peraturan daerah di Kota Jayapura.
“Saya pikir untuk besaran retribusi parkir itu sudah diatur, ada aturannya yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga tidak boleh dipungut di luar ketentuan pemerintah,” ujarnya.
Mantan Sekda Lanny Jaya itu mengaku, ada sejumlah persoalan dasar lainnya yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan coffee morning tersebut. Sehingga cara penyelesaiannya juga harus dilakukan secara bersama-sama dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Tidak hanya sebatas pada persoalan petugas parkir liar, tapi ada persoalan lain seperti masalah banjir, masalah lampu jalan dan persoalan lainnya.
“Termasuk pekerjaan yang sifatnya hanya peningkatan-peningkatan di Kali Acai, sementara saya bilang stop dulu. Saya larang mereka untuk kerjakan pelebaran pelebaran sungai ini. Semua lapor dulu, saya mau lihat, kalau hanya peningkatan-peningkatan, stop. Kita mau misalnya satu kali kerjakan 9 meter ke bawah, kita kerja itu jangan tanggung-tanggung, begitu,” tambahnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…