Menurutnya, ada delapan anak perusahaan di Papua yang segera pihaknya perbaiki. Dari jumlah tersebut, kata Abdul, dimungkinkan ada yang akan ditutup, namun ada kemungkinan juga akan mendirikan yang baru.
“Namun kami akan melihat problematika yang ada di dalam anak-anak perusahaan terlebih dahulu. Apa yang masih bisa kita pakai maka akan kita pakai, dan apa yang tidak bisa akan kita tutup dan kita akan buka baru lagi,” katanya.
“Intinya, apa pun kita akan gunakan untuk meningkatkan PAD Papua. Mulai tahun ini, kami harap sudah bisa membantu dalam meningkatkan PAD Papua,” sambungnya.
Adapun delapan anak perusahaan PT Irian Bhakti Mandiri yaitu PT. Percetakan Rakyat Papua (Sejak Oktober 2016 sudah tidak beroperasi). PT. Papua Lintas Nusantara (Sejak Januari 2017, KM Papua Baru sudah tidak beroperasi). PT. Semen Papua (Sejak Januari 2015, tidak beroperasi).
PT. Tambang Mineral Papua (Sejak Januari 2023 tidak ada aktivitas di Kantor PT TMP Papua). PT. Tambang Migas Papua (Sejak didirikan belum ada aktivitas). PT. Listrik Papua (Sejak didirikan belum ada aktivitas). PT. Sumber Daya Batu Bara (Sejak didirikan belum ada aktivitas) dan PT. Emas Papua (Tidak ada aktivitas). (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menyebutkan bahwa tahapan pendaftaran dibuka pada bulan Februari bulan depan. Bahkan jumlah formasi yang…
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Boby Awi menjelaskan bahwa kenaikan target tersebut seiring…
Menurutnya, LHP yang diserahkan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi cerminan sejauh mana pengelolaan keuangan…
Pelantikan sejumlah staf khusus ini oleh Fakhri menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lantaran,…
"Total seluruh penduduk di wilayah Papua sebanyak 4,58 juta jiwa. Untuk Provinsi Papua sebanyak 1,10…
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan bahan makanan, kebersihan dan kelayakan dapur, kondisi…