

JEMBATAN YOUTEFA_(FOTO: Agung/Cepos)
JAYAPURA – Pengguna jalan di Jembatan Yotefa Jayapura Selatan masih dibuat resah dengan banyaknya aktifitas balapan dan angkat ban atau jumping yang dilakukan sekelompok anak muda pada akhir pecan. Dari yang dilakukan tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga pengguna jalan lain.
Padahal aksi yang dilakukan tidak lebih banyak untuk gaya gayaan namun bisa merugikan orang lain. Aksi jumping dan balapan ini diminta segera ditertibkan.
“Posisi jembatan yang sudah sempit karena banyak kendaraan parkir eh sekarang dipakai untuk balapan dan angkat – angkat ban. Nanti kalau kecelakaan atau tabrakan siapa yang mau disalahkan,” jelas Nurul, salah satu warga saat melintas di jembatan akhir pekan kemarin.
Terkait ini Kapolsek Jayapura Selatan, AKP Frets Lamahan menyampaikan bahwa informasi awal terkait kondisi jembatan pecan kemarin langsung disikapi dengan mendatangi lokasi dan langsung menertibkan.
Hanya kata Kapolsek terkadang para pelaku cukup pintar. Ketika ada mobil aparat kepolisian maka anak – anak muda yang suka balapan tidak bermain. Tapi ketika mobil bergeser maka balapan dilanjutkan.
“Ini menjadi masukan bagi kami untuk mencari cara lain bagaimana membuat mereka yang suka balapan di jalan raya terlebih Jembatan Yotefa ini bisa kapok. Nanti pelan – pelan akan kami sikapi,” janji Frets. (ade/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…