Categories: METROPOLIS

DLHK Papua Dorong Pengakuan Hutan Adat

JAYAPURA–Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi Papua terus mendorong pengakuan dan penetapan hutan adat sebagai bagian dari perlindungan hak-hak masyarakat adat di Papua. Adapun saat ini telah berhasil mendorong pengakuan enam wilayah adat di Kabupaten Jayapura, dan kini tengah memfasilitasi pengakuan lima wilayah adat lainnya di Kabupaten Sarmi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Papua, Yaconias Maintindom, mengatakan, proses pengakuan wilayah adat di Sarmi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait pemetaan batas wilayah adat yang belum tuntas.

“Saat ini kami sedang mendorong lima wilayah adat di Kabupaten Sarmi. Kendala utamanya adalah proses pemetaan wilayah adat tersebut. Karena itu, dalam pertemuan dengan Majelis Rakyat Papua (MRP), kami berharap MRP dapat membantu membangun komunikasi dan koordinasi dengan para ketua adat maupun kepala suku agar proses pemetaan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya, di Kota Jayapura, Jumat (12/6)

Menurut Yaconias Maintindom, metode pemetaan yang telah diterapkan di Kabupaten Jayapura dapat dijadikan contoh bagi daerah lain. Di kabupaten tersebut telah terbentuk Gugus Tugas Masyarakat Adat (GTMA) yang dinilai efektif dalam mendukung proses identifikasi dan pemetaan wilayah adat.

“Tim GTMA di Kabupaten Jayapura berjalan cukup baik dan dapat menjadi model bagi kabupaten lain. Melalui tim seperti ini, proses pemetaan wilayah adat dapat dilakukan lebih cepat sehingga pengakuan hutan adat juga bisa segera diproses,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

15 minutes ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 hour ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

2 hours ago

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

3 hours ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

4 hours ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

5 hours ago