

Agus Fatoni (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menyebut, seluruh pemerintah daerah di Papua masih berada di zona merah untuk capaian Monitoring Center of Prevention (MCP).
Hal ini terkuak saat rapat koordinasi program pemberantasan tindak pidana korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan triwulan II tahun 2025 antara Pemerintah Provinsi Papua dan Komisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kantor Gubernur, Kamis (10/7).
Kasatgas V2 Korsup KPK RI, Nurul Ihsan Al Huda menyatakan perlunya komitmen yang kuat dari kepala daerah dan seluruh jajarannya untuk melakukan percepatan perbaikan.
“Tahun lalu, Pemprov Papua sempat keluar dari zona merah, namun kini kembali menurun,” ungkapnya.
Disebutkan bahwa capaian tertinggi MCP di Papua ada pada tingkat provinsi dengan nilai 73 persen. Namun, capaian terendah tercatat di Kabupaten Waropen yang hanya mencapai 9 persen.
Menurutnya, capaian MCP yang rendah menandakan masih lemahnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. “MCP hanya salah satu indikator. Meski nilainya 100 persen, namun tidak menjamin tidak ada penyimpangan. Maka selain pencegahan, perlu juga penindakan dan pendidikan antikorupsi,” tegasnya.
Page: 1 2
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Penyelesaian kasus tersebut sebelumnya telah di mediasi oleh polres Jayawijaya, namun tak mendapatkan titik temu…
Penetapan tersebut merupakan hasil pembahasan antara Bapenda dan Bupati Jayapura, yang sebelumnya telah disepakati dan…
Sekolah rakyat terintegrasi 77 Merauke yang menempati sebagian dari gedung SMKN 2 Merauke di Jalan…