Categories: METROPOLIS

Tidak Puas dengan Tuntutan JPU, Keluarga Korban Datangi PN Jayapura

JAYAPURA – Keluarga korban kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal, alm. Yacob Batalyeri, mendatangi Pengadilan Negeri Kelas I A Jayapura, Selasa (11/2). Mereka datang, karena merasa tidak puas dengan tuntutan hukuman Jaksa Penuntut Umum kepada para terdakwa, yang dianggap tidak setimpal dengan perbuatan para terdakwa   yang menyebabkan korban meninggal.

  Mereka melakukan aksi di depan Kantor Pengadilan dengan membawa spanduk berisi tuilsan “Memohon Kepada Hakim Agar Kasus Pembunuh Almarhum Yakob Batalayeri

Diproses Tuntas”. Kasus dugaan pembunuhan ini terjadi di rumah korban  di Skouw Sae Transat AD pada   16 Agustus 2024 lalu.

   Matelda Yohana Bembuain istri korban mengaku kecewa dengan tuntutan hukuman yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap pelaku serta kecewa dengan kuasa hukum terdakwa yang mengangap almarhum meninggal dunia disebabkan karena penyakit jantung.

   “Saya sangat kecewa dengan tuntutan hukuman yang diberikan Jaksa Penuntut Umum terhadap pelaku,” ungkap Matelda dengan muka kecewa kepada Cenderawasih Pos, di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Jayapura seusai mengelar aksi bersama puluhan keluarganya, Selasa (11/2) sore.

   Diketahui pelaku dalam kasus tersebut sebanyak enam orang yang mempunyai peran masing-masing, OL Pelaku Pembunuh terhadap korban Almarhum Yakob Batalayeri. Sementara lima pelaku lainnya merupakan pelaku pengeroyokan terhadap anak korban Yanbes Batalayeri (22) masing-masing berinisial DL, SL, SN, BN dan YN.

   Matelda menjelaskan, kronologis singkat dari peristiwa pembunuhan tersebut berawal ketika ada rencana pembangunan jalan yang harus melewati belakang rumah milik korban. Rencana pembangunan jalan tersebut merupakan program dari pemerintah kampung Skow.

  “Suami saya bilang kita harus duduk bersama dulu sebelum melakukan pengusuran tetapi tidak dihiraukan oleh kepala kampung. Setelah itu terjadilah pengusuran di belakang rumah,”  jelasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

21 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago