Tak hanya itu ia juga berharap kepada majelis hakim untuk lebih teliti melihat masalah ini, dan mempertimbangkan lagi atas tuntutan yang di sampaikan JPU yang dianggap lebih meringankan terdakwa.
“Kami membantah jika saudara kami, Kaka kami beliau meninggal karena serangan jantung. Itu yang harus menjadi pertimbangan dari bapak hakim dan bapak jaksa. Saya berharap pelaku dihukum seadil-adilnya. Jangan ibaratkan bawah hukum ini tajam ke bawah, tumpul ke atas,” pungkasnya.
Adapun sidang putusan tersebut ditunda Kamis (13/2) dengan alasan majelis hakim belum melakukan musyawarah internal terhadap kasus tersebut. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pelarangan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah dan lingkungan kampus menuai kritik dari kalangan…
Timika dipilih menjadi tuan rumah, menggeser dominasi ibu kota provinsi berkat kelengkapan fasilitas publiknya. Ajang…
ndoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kaway…
Plt Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Imanuel Medlama, S.STP, M.Si menyatakan pemanfaatan hak tayang layanan Informasi…
Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci agar kabupaten yang lebih maju dapat menopang daerah yang masih…
Pungutan terhadap tarif sampah yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebesar Rp 30.000 per bulan,…