Tak hanya itu ia juga berharap kepada majelis hakim untuk lebih teliti melihat masalah ini, dan mempertimbangkan lagi atas tuntutan yang di sampaikan JPU yang dianggap lebih meringankan terdakwa.
“Kami membantah jika saudara kami, Kaka kami beliau meninggal karena serangan jantung. Itu yang harus menjadi pertimbangan dari bapak hakim dan bapak jaksa. Saya berharap pelaku dihukum seadil-adilnya. Jangan ibaratkan bawah hukum ini tajam ke bawah, tumpul ke atas,” pungkasnya.
Adapun sidang putusan tersebut ditunda Kamis (13/2) dengan alasan majelis hakim belum melakukan musyawarah internal terhadap kasus tersebut. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran akses transportasi udara dan distribusi logistik bagi masyarakat di…
Rentetan kekerasan itu memuncak pada Senin (2/2), ketika Daniel Datti, SE (41), seorang pekerja mebel…
Kepergian pria kelahiran Sorong, Papua Barat ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Persipura Jayapura,…
Rilis ini mencakup ratusan ribu email, ribuan video dan puluhan ribu foto yang menunjukkan interaksi…
Pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru oleh DPR RI pada 2 Januari 2026 memantik…
Ketua Tim Kerja Pelayanan Medik RSUP Jayapura, dr. Rony Parlindungan Sinaga, mengatakan bahwa pada tahap…