Categories: FEATURES

Banyak yang Terkesima Lihat Sepeda Tua, Ada yang Harganya Mencapai Rp250 Juta

Ketika Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah Mengikuti Karnaval

Ada yang menarik perhatian yakni saat sekelompok pria berkostum era perjuangan melintas. Mereka bukan sekadar rombongan peserta karnaval biasa. Siapa mereka?

Laporan: Moh. Wahyu Welerubun

Terik matahari Timika membakar permukaan aspal di depan Graha Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa pagi (11/8) kemarin.

Di atas besi-besi tua yang berdecit halus—sepeda ontel dari merek-merek legendaris seperti Batavus buatan Belanda tahun 1904, Raleigh, Fongers, hingga Relilch.

Mereka tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah.  Di setang sepeda, bendera Merah Putih dan panji-panji oranye KOSTI Papua Tengah berkibar diterpa angin.

Seorang pria tampak mengenakan setelan jas putih lengkap dengan peci hitam dan kacamata hitam—merepresentasikan gaya klimis pejabat zaman pergerakan.

Di sampingnya, rekan sesama anggota KOSTI mengenakan lurik Jawa lengkap dengan blangkon, serta busana pejuang kemerdekaan bertopi veteran.

“Hari ini konsepnya kami memakai pakaian pejuang. Anak-anak sekarang kan melihatnya hanya di foto. Sekarang kami buat replikanya, ada Bung Tomo, gaya kraton, hingga pejuang rakyat,” kata Ketua KOSTI Papua Tengah, Rumadi, saat ditemui di sela-sela parade.

Menurut Rumadi, kehadiran KOSTI dalam karnaval yang melibatkan ribuan peserta dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga umum ini membawa misi edukasi sejarah yang hidup.

“Setelah kami jalan tadi, anak-anak sangat euforia dan langsung menyambut. Selama ini mereka cuma lihat di gambar. Karena ini anak sekolah banyak, kami mengingatkan agar mereka mencintai pahlawannya yang telah membela tanah air tanpa memperhitungkan nyawa dan materi,” ujar Rumadi.

Sepeda tua bukan sekadar benda koleksi atau pajangan berdebu di sudut rumah bagi 25 anggota aktif KOSTI di Mimika. Besi-besi tua itu adalah kendaraan silaturahmi yang sarat prestasi.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

7 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

22 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

1 day ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

1 day ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago