Namun, di atas kalkulasi harga dan usia, ada ikatan emosional mendalam yang melandasi kecintaan mereka pada sepeda langka ini. Rumadi mengisahkan kenangan masa kecilnya yang tak pernah pudar setiap kali kakinya memijak pedal ontel.
“Kenangan tersendiri itu ada dari zaman SD, SMP, sampai SMA kelas 2, saya sekolah pakai sepeda begini. Dulu sepeda palang, saya dibonceng kakek tapi duduk di depan. Kaki masuk ke celah palang, sampai tumit hampir lepas terjepit ruji sepeda,” kenang Rumadi terkekeh sambil memegangi tumit kakinya. “Kenangan seperti itu tidak pernah saya lupa.”
Senyum keakraban mengalir tanpa sekat suku maupun generasi. Sepeda tua menjadi jembatan yang menghubungkan nostalgia masa lalu dengan harapan masa depan anak-anak Papua.
“Pesan kami selaku KOSTI, mari kita rawat NKRI. Sejarah dulu diukir para pejuang kita yang banyak menggunakan sepeda-sepeda tua ini dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkas Rumadi menutup perbincangan, sebelum kembali memegang setang sepedanya dan berlalu di antara gemuruh sorak warga Mimika. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
"Kita ke sini sesuai dengan perintah Pak Wali Kota untuk menata dan menertibkan Pasar…
Suara nyaring datang dari kalangan pedagang asli Papua yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup di…
Temuan senjata tajam ini terungkap saat petugas menggelar pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang yang…
Peluncuran buku tersebut dihadiri mahasiswa, akademisi serta Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) Latifah Anum…
Menyikapi laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pengecekan untuk mengetahui…
"Air bersih kita ada dari sumur bor, bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS), serta pasokan…