

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., memberikan penegasan terkait pemenuhan pasokan air bersih, pembebasan biaya toilet umum, serta ketertiban pemanfaatan ruang di Pasar Otonom, Rabu (7/10). (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura memastikan kebutuhan dasar pedagang dan pengunjung Pasar Otonom dan di beberapa pasar di Kota Jayapura terpenuhi secara optimal. Pemkot Jayapura menegaskan kesiapan pasokan air bersih serta menginstruksikan agar seluruh fasilitas toilet umum di dalam pasar dapat diakses secara gratis tanpa pungutan liar.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., saat memimpin peninjauan lapangan bersama tim terpadu di Pasar Otonom, Rabu (7/10). Terkait ketersediaan air bersih, Rustan memaparkan bahwa pemerintah telah menyiagakan pasokan multi-sumber guna menjamin ketersediaannya setiap hari.
“Air bersih kita ada dari sumur bor, bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS), serta pasokan rutin dari PDAM yang mengalir dua kali seminggu. Untuk menjaga suplai tetap stabil, kita sudah siapkan bak-bak penampungan yang pengelolaannya diatur oleh Dinas Perindagkop,” jelas Rustan.
Di samping jaminan pasokan air, Pemkot Jayapura mengeluarkan instruksi tegas mengenai operasional toilet umum. Rustan menegaskan bahwa seluruh fasilitas MCK/WC umum di dalam area pasar merupakan hak publik yang tidak boleh dipungut biaya.
Rustan menegaskan bahwa WC di dalam pasar ini statusnya umum dan gratis, tidak berbayar! Kalau ada oknum yang minta uang, jangan dikasih, dilaporkan. Tidak boleh ada bayar-bayar, itu instruksi langsung dari Pak Wali Kota. Kalau ada oknum yang bermain, akan kita bersihkan.
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…