Categories: METROPOLIS

Dewan  Kaji 2 Alternatif  Penyumbang PAD

JAYAPURA-Anggota Komisi C DPRD Kota Jayapura Harhan menyampaikan mulai Januari 2024 sebanyak 13 potensi sumber pendapatan asli daerah yang selama ini memberi kontribusi, tidak lagi bisa dipungut oleh Pemkot Jayapura.

  Salah satu dari 13 potensi PAD tersebut adalah retribusi pajak minuman keras. Terkait hal itu Komisi C DPRD Kota Jayapura sementara sedang mencarikan alternatif lain untuk mengantikan sumber PAD tersebut.

  “Sejak tahun 2023 lalu kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah kota, untuk mencari alternatif sumber PAD ini,”ujarnya, di ruang kerja, Kamis (11/1).

  Adapun beberapa alternatif yang sedang dikaji oleh anggota DPRD bersama Pemerintah Kota Jayapura diantaranya pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan. Kemudian penyelenggaran kebersihan atau sampah.

  “Dua hal ini masing masing telah dibuatkan perda, dan berpotensi  menyumbang PAD untuk Kota Jayapura,” katanya.

  Diakui tidak adanya retribusi  pajak dari minuman keras, memang berdampak  pada pengurangan PAD Kota Jayapura. Pasalnya selama ini, retribusi Pajak miras ini, cukup tinggi.

Namun dengan adanya kebijakan pusat yang menghilangkan 13 potensi pajak tersebut tentu sangat berpengaruh pada PAD Kota Jayapura tahun 2024.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Dari Sagu hingga Noken, UMKM Papua Disiapkan Menembus Pasar Dunia

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP)…

2 minutes ago

Pengedar Sabu Bakal Dikenakan 3 Pasal Narkotika

Kapolres Jayawijaya melalui kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH menyatakan tersangka DM masuk dalam…

31 minutes ago

Pemkot Seleksi Calon Pimpinan OPD Definitif

Rustan Saru mengatakan, berbagai tahapan seleksi telah dilalui, mulai dari uji kompetensi hingga proses administrasi…

1 hour ago

Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Seorang Pemuda Diamuk Massa

Terduga pelaku sendiri saat kejadian tersebut diduga dalam pengaruh minuman keras. Kapolsek Merauke Kota melalui…

2 hours ago

Kedisplinan dan Kualitas Pelayanan Kelurahan Perlu Dibenahi

Hingga pukul 09.00 WIT, jumlah pegawai yang hadir baru mencapai sekitar 50 persen. Bahkan, pada…

2 hours ago

Tertidur Pulas di Lapaknya, Pedagang Kehilangan Sejumlah Barang Berharga

Peristiwa ini menyebabkan sejumlah barang berharga raib, mulai dari uang tunai hingga perhiasan milik korban.…

3 hours ago