

Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat memberikan bantuan tanggap darurat bagi warga yang menjadi korban kebakaran yang terjadi di Barak Dapur Kodam Lama, pada Senin, 6 Oktober 2025. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya yang tengah mengalami musibah.
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menjelaskan bahwa sesaat setelah kejadian, pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan pendataan, menyiapkan kebutuhan dasar, serta mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian di lokasi kebakaran. Langkah tersebut diambil agar para korban dapat segera memperoleh tempat berlindung yang aman serta asupan makanan yang cukup selama masa tanggap darurat.
“Kami telah mendirikan dapur umum dan tenda bagi para korban kebakaran,” ujar Matius Pawara saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (7/10).
“Selain itu, kami juga memastikan ketersediaan pangan serta kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan mereka,” lanjutnya.
Berdasarkan data sementara dari Dinas Sosial, tercatat 29 Kepala Keluarga (KK) dengan total 90 jiwa menjadi korban dalam musibah tersebut. Sebagian besar dari mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat si jago merah yang melalap pemukiman padat penduduk itu.
Matius menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi lintas instansi agar seluruh kebutuhan korban bisa terpenuhi, termasuk layanan kesehatan dan administrasi kependudukan seperti penggantian dokumen penting yang mungkin hilang dalam kebakaran,” tambahnya.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…