

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Gubernur Papua, Matius Fakhiri mulai menata strategi percepatan pembangunan di provinsi di tengah keterbatasan anggaran. Langkah ini diambil memaksimalkan potensi lokal dan mengefektifkan penggunaan dana pemerintah.
Fakhiri meminta, seluruh perangkat dinas diberdayakan agar program pembangunan bisa berjalan tanpa hambatan.
“Satu rupiah pun harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, dan mendorong ekonomi lokal,” kata Fakhiri, Senin (3/11).
Bahkan, di awal masa jabatannya, Gubernur Fakhiri memerintahkan audit menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan dan keuangan. Tujuannya untuk mengetahui area yang perlu diperkuat dan menempatkan pejabat yang mampu bergerak cepat di bidang itu.
Menurutnya, koordinasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah pusat juga sudah dilakukan sejak awal. “Upaya ini untuk memastikan dukungan program pembangunan Papua tetap berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi,” katanya.
Kata Fakhiri, prioritas pembangunan tahun depan tetap pada lima pilar, terutama peningkatan sumber daya manusia dan kesehatan. Infrastruktur dan konektivitas antarwilayah dipercepat agar pertumbuhan ekonomi dari kampung ke kota bisa bergerak lebih lancar.
“Saya akan mengutamakan pengembangan produk lokal sebelum dikirim keluar provinsi,” katanya.
Page: 1 2
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…