

Christian Sohilait (foto: Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura telah memetakan tujuh titik, di sejumlah tempat di kota Jayapura yang menjadi daerah rawan banjir atau seringkali terjadi banjir pada saat musim hujan.
“Ada tujuh titik besar, saya pikir harus kita tangani dengan baik, harus kita tuntaskan,” kata Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait, Rabu (4/9).
Menurutnya dari 7 lokasi ada sekitar 3 atau 4 titik yang dampaknya sangat besar. Mulai dari kali di Youtefa, Kali Acai, juga kali di SMA Negeri 4 Entrop. Tiga titik ini apabila pada saat hujan deras terjadi, sering mengalami banjir besar, hingga menyebabkan dampak terhadap masyarakat atau lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Jadi 3 titik ini sudah kita petakan yang dampaknya agak besar, karena memang itu sungai atau kali,” ujarnya.
Sementara beberapa titik lainnya dianggap tidak terlalu besar dampaknya hanya saja memang cukup mengganggu terutama pada saat musim hujan. Diantaranya di depan kantor gubernur Papua, Entrop, kemudian di depan GOR Cenderawasih, Padang Bulan, dan ada beberapa tempat lainnya yang memang disebabkan, karena saluran air atau drainasenya ditutupi sampah. Sehingga ketika terjadi penyumbatan maka air yang semestinya mengalir pada saluran akhirnya meluap dan menggenangi suatu tempat.
Terkait banjir yang sering menggenang di kantor gubernur pihaknya sudah mengidentifikasi persoalannya, persoalanya disebabkan karena terjadinya penyumbatan pada saluran pembuangan air yang ada di bawah jalan umum.
“Contohnya di depan kantor gubernur, pembuangannya itu ada hampir 9 titik, tapi lebarnya itu tidak sampai 50 cm, Saya sudah kontak kepala PU tahun ini kita bongkar sampai 1 meter lebarnya,” katanya.
Karena itu pihaknya meminta masyarakat Kota Jayapura juga sudah membantu pemerintah terutama tidak membuang sampah di sembarang tempat. Karena hal itu justru akan berdampak kepada masyarakat itu sendiri misalnya terjadinya pendangkalan sungai atau penyumbatan saluran drainase sehingga menyebabkan banjir. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kios tersebut diketahui milik Subahadir Purwanto (31), seorang kontraktor yang berdomisili di Bupul, Distrik Eligobel.…
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…