

Masa aksi Somap saat mengelar aksi demonstrasi di USTJ terlihat membawa salib kayu hitam, Senin (27/4)
JAYAPURA – Aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Abepura-waena pada, Senin (27/4) tak luput dari sorotan masyarakat. Kalau biasanya massa aksi hanya membawa sepanduk dan poster bertuliskan sejumlah tuntutan sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintah. Namun kali ini berbeda, massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua (Somap) terlihat memikul ‘salib hitam’ dengan tulisan ‘Papua Darurat Militer dan Rip Korban’.
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas kekerasan yang terjadi saat ini di tanah Papua. Pihaknya berencana membawakan salib tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua namun gagal karena terjadinya kericuhan di lokasi tersebut. Jelasnya salib tersebut juga sebagai simbol matinya Otsus dan ketidak pihaknya pemerintah kepada rakyat Papua.
“Ini kita lakukan sebagai bentuk protes dari teman-teman terhadap peristiwa kekerasan bersenjata belakangan ini di Papua, dimana korbannya anak-anak dan kaum perempuan dan lansia. Kira rencananya mau bawa ke DPR (Papua) tetapi karena beberapa kejadian akhir tidak jadi,” ungkap Lenius kepada Cenderawasih Pos di Abepura, Senin (27/4).
Lanjutnya menjelaskan Salib hitam tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada warga sipil terutama anak-anak yang telah menjadi korban kekerasan, karena konflik berkepanjangan di tanah Papua. Salib tersebut juga menjadi pengingat pihakn akan nyawa yang hilang akibat konflik bersenjata karena tindakan represif belakang ini di puncak Papua. Selain itu simbol tersebut juga sebagai salah satu cara dalam menyuarakan kondisi keamanan di Papua sedang tidak baik-baik saja.
“Ini adalah salah satu cara kami dalam menyampaikan aspirasi agar pemerintah mendengarkan jeritan rakyat yang tertindas diatas tanah ini (Papua) terhadap isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang semakin meningkat,” jelasnya.
Menurut Abisai, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk…
Pernyataan ini dikeluarkan menanggapi aksi demonstrasi yang berlangsung pada, 7 September 2026 yang dipimpin…
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan…
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Bimbingan Teknis Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP) bagi…
Menurutnya, masjid tersebut merupakan salah satu fasilitas umum yang berada di kawasan yang terdampak…
Penggalangan dana umumnya dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah maupun kelompok yang membutuhkan…