Categories: METROPOLIS

Pemilu Jangan Sampai Merusak Persaudaraan

JAYAPURA-Pesta demokrasi akan dimulai pada Februari 2024 mendatang.  Saat ini tokoh politik ataupun calon legislative  dan juga simpatisan pasangan Capres dan Cawapres, sama-sama berupaya untuk memenangkan kandidat atau pasangan calon tertentu termasuk partai tertentu.

Karena itu, Pemerintah Kota Jayapura melalui Penjabat Walikota Jayapura, Dr Frans Pekey, menyerukan agar pelaksanaan kegiatan Pemilu serentak 2024 itu harus dilaksanakan dalam kondisi yang aman tertib dan lancar serta damai. 

Bahkan dia juga mengajak agar masyarakat di Kota Jayapura tidak saling menjatuhkan atau bermusuhan hanya karena terjadi perbedaan pandangan dalam politik ataupun perbedaan untuk mendukung pasangan atau calon tertentu.

“Saat ini, kita sudah masuk ke tahapan-tahapan demokrasi,  pemilu yang akan mulai berlangsung pada tanggal 14 Februari.  Pilihan boleh berbeda, warna partai boleh berbeda, tetapi itu tidak membeda-bedakan antara kita dan juga tidak mencerai beraikan persahabatan, persaudaraan, kerukunan yang sudah kita bangun bertahun-tahun,” kata Frans Pekey, Sabtu (1/12).

Dia berharap agar pelaksanaan pesta demokrasi itu biarlah menjadi sebuah kompetensi atau sebuah pertandingan yang mana pada akhirnya akan menuju puncak pencoblosan dan di sanalah akan ada siapa yang menjadi pemenang. Karena itu, siapapun yang menang baik presiden wakil presiden dan juga calon legislatif maupun kepala daerah wajib untuk tetap mendukung.

“Biarkanlah ini menjadi sebuah kompetisi dan sebuah pertandingan, yang akhirnya  menuju kepada puncak untuk pencoblosan siapa yang akan menjadi pemenang. Jangan sampai merusak hubungan persaudaraan dan kekeluargaan kita,  dengan berlangsungnya pesta demokrasi atau Pemilu tersebut. Saya mengajak kita tetap  jaga persaudaraan,”harapnya. (roy/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Akui Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…

21 minutes ago

Marak Penipuan Loker Catut Nama Freeport

​Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…

1 hour ago

141 WNI Jalani Proses Hukum di Papua Nugini

Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…

2 hours ago

Vaksin Campak Dipastikan Tersedia, Papua Selatan Siapkan Imunisasi Massal Tangani KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…

3 hours ago

Kejagung Beberkan 12 Kasus Besar

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…

4 hours ago

Proses Penjemputan Ternyata Tak Mudah

Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…

8 hours ago