Categories: METROPOLIS

Otsus Gula-gula Pemanis Untuk Rakyat Papua

Negara Dinilai Hadir Untuk Kepentingan Oligarki

JAYAPURA-Aliansi Selamatkan Tanah Air (SETARA) melakukan aksi demo di Lingkaran Abepura, Jum’at (29/5). Aksi yang mengusung tema besar “Tolak PSN dan Militerisme” ini di komandoi, Stelnliy Dambujai sebagai korlap umum dan Kamus Bayage sebagai penanggung jawab aksi.

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi masa aksi secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan massa aksi yang berkumpul di dalam pembatas tali rafia hijau. Selain membawa sepanduk dan poster berisi aspirasi, beberapa peserta aksi tampak membawa atribut bendera dari berbagai negara termasuk Bintang Kejora.

Beberapa poin tuntutan yang tertulis jelas pada poster-poster tersebut antara lain: Otsus Gagal – Cabut Otsus, Bubarkan BAPPERIDA (Papua Benteng Iklim Dunia), Menolak segala bentuk Program Transmigrasi Patriot dan Sejenisnya di Papua karena berpotensi menghegemony dan mengkolonisasi rakyat bangsa Papua di tanah sendiri.

Tak hanya itu, masa aksi juga menuntut pemerintah untuk penutupan perusahaan besar seperti: Segera Tutup PT. Freeport, serta penolakan terhadap eksploitasi alam dengan slogan “Papua is Not an Empty Land, Stop Exploitation Our Natural Resource” dan “Stop Ilegal Fishing, Mining, Logging”.

Massa juga menyoroti kondisi penegakan hukum melalui tulisan seperti; RIP Demokrasi Indonesia, Rest in Peace Demokrasi dan Hukum Indonesia, serta mendesak pemulangan pasukan dengan bunyi Kembalikan Militer ke Barak, Teguhkan Supremasi Sipil.

“Negara ini (Indonesia) tidak perhatikan rakyatnya (Papua). Negara ini hadir untuk kepentingan oligarki,” kata Stanley dalam orasinya.

Menurutnya, Otsus hanyalah gula-gula atau pemanis dari pemerintah untuk rakyat Papua argar tetap bertahan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut SETARA tanah Papua hari ini berada dalam situasi yang semakin genting. Di tengah masifnya ekspansi investasi, militerisasi, eksploitasi sumber daya alam, dan proyek-proyek negara Indonesia yang mengatasnamakan pembangunan.

Rakyat Papua justru terus mengalami peminggiran (marginalisasi), perampasan ruang hidup, intimidasi politik, pelanggaran hak asasi manusia, serta penghancuran identitas sosial-budaya mereka sebagai bangsa yang hidup dan tumbuh bersama alamnya.

Menurut mereka Film dokumenter “Pesta Babi” sesunguhnya memperlihatkan secara gamblang bagaimana wajah kolonialisme modern yang dijalankan rezim oligarkhi bekerja di Tanah Papua (West Papua). Film tersebut bukan sekadar karya sinema, melainkan cermin realitas sosial-politik yang selama puluhan tahun dialami rakyat bangsa Papua.

“Penggusuran tanah adat, masuknya militer mengawal investasi berskala raksasa dalam wujud Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti di Merauke dan lain tempat di Tanah Papua, penghancuran hutan, intimidasi terhadap masyarakat adat, hingga pembungkaman ruang demokrasi, merupakan fakta yang memperlihatkan bahwa Papua masih hidup di bawah bayang-bayang kolonialisme modern,” beber Stenly.

Lebih jauh ia menjelaskan bagi rakyat Papua, hutan bukan sekadar komoditas ekonomi. Hutan adalah mama kehidupan, ruang spiritual dan kosmologi, sumber identitas budaya, tempat leluhur berdiam, dan ruang keberlangsungan generasi masa depan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wabup Jayawijaya Sebut Ada Oknum yang Ingin Wamena Tidak Aman

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meyatakan setelah mengikuti perkembangan pasca konflik yang terjadi…

19 hours ago

Kerentanan Sosial Muncul ketika Masyarakat Tidak Menghargai Budaya Setempat

   Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…

22 hours ago

Rental Playstation Pasar Entrop Jadi Kedok Jualan Ganja dan Miras

   Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…

23 hours ago

Asosiasi Peternak Ayam Petelur Minta SE Gubernur Papua Dijalankan

  Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…

1 day ago

Pemuda Katolik Harus Teguh dalam Iman, Nyata dalam Karya

   Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…

1 day ago

Gugatan Praperadilan Mantan Kadis Perumahan dan Pemukiman Jayawijaya Ditolak

Berdasarkan informasi yang terima dari penyidik Polda Papua terkait dengan praperadilan yang diajukan dari pihak…

1 day ago