Categories: PARIWARA

Asosiasi Peternak Ayam Petelur Minta SE Gubernur Papua Dijalankan

JAYAPURA-Produksi telur ayam ras di Papua kini telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi ini mendorong Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi mengajak distributor dan pedagang telur antar pulau (Anpu) mulai mengutamakan telur produksi lokal agar pasar peternak Papua semakin kuat.

  Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat lebih dari 110 peternak dengan investasi mencapai lebih dari Rp200 miliar. Populasi ayam petelur mencapai sekitar 750 ribu ekor dengan produksi 600 ribu hingga 650 ribu butir telur per hari.

  “Produksi tersebut sudah mencukupi kebutuhan masyarakat di Tanah Tabi, bahkan sebagian sudah dipasarkan ke Wamena,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).

  Selain lebih segar, penggunaan telur lokal juga dinilai mampu menjaga perputaran uang tetap berada di Papua dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Namun di tengah produksi yang melimpah, peternak justru menghadapi penumpukan stok akibat masih tingginya pasokan telur dari luar Papua. Kondisi ini membuat penjualan menurun dan berdampak pada keberlangsungan usaha peternak.

  Gatot menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua tidak melarang masuknya telur dari luar daerah. Pemerintah hanya mengatur distribusinya melalui Surat Edaran Gubernur Papua Nomor 500.7/14362/SET Tahun 2023 agar pemasukan telur lebih terkendali dan tidak merugikan peternak lokal.

  Melalui kebijakan tersebut, distributor diwajibkan bekerja sama dengan peternak lokal untuk menyerap dan memasarkan telur produksi Papua. Jika ditemukan telur masuk tanpa rekomendasi resmi, pemerintah dapat mengembalikannya ke daerah asal dan melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan.

  Meski produksi telah mencukupi kebutuhan masyarakat, harga telur lokal masih dipengaruhi tingginya biaya produksi. Sebagian besar bahan baku pakan, obat-obatan, dan vitamin ternak masih didatangkan dari Pulau Jawa sehingga biaya transportasi ikut meningkatkan harga pokok produksi.

  Karena itu, peternak berharap pembangunan pabrik pakan di Arso segera beroperasi. Kehadiran pabrik tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi, membuat harga telur lokal lebih kompetitif, sekaligus memperkuat swasembada pangan di Papua.

  Sementara itu, pedagang telur di Abepura, H. Asrori, mengaku siap memperbanyak penjualan telur lokal selama harga bersaing, kualitas terjaga, dan pasokan tersedia secara berkelanjutan.

“Kalau kualitas bagus, harga kompetitif, dan pasokan lancar, kami tentu siap mengutamakan telur produksi Papua,” jelasnya.(dil/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

23 hours ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

1 day ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

1 day ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

1 day ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

1 day ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

1 day ago