

Lurah Inauga, Gerson Rumbarar bersama sejumlah pegawai kelurahan tengah memasang spanduk larangan membuang sampah, di salah satu TPS liar, di Jalan Samratulangi, Jalur 4, Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, Jumat (26/4/2024). (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MIMIKA – Tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Mimika akan kebersihan lingkungan masih sangat minim. Seperti halnya di Kelurahan Inauga dimana masih banyak tempat pembuangan sementara (TPS) liar alias ilegal.
Banyaknya TPS ilegal di Kelurahan Inauga ini kerap membuat resah sejumlah pihak, terutama para pengusaha yang punya tempat bisnis di kawasan tersebut.
Berbagai aduan sering diadu ke kelurahan lantaran banyak masyarakat Kelurahan Inauga yang sering membuang sampah di luar jam operasional petugas kebersihan dan dibuang di TPS-TPS liar.
Lurah Inauga, Gerson Rumbarar saat ditemui mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam terkait hal tersebut.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, pihaknya pun mengambil langkah cepat untuk menutup TPS-TPS liar di wilayah Kelurahan Inauga dengan memasang garis polisi (Police Line) dan memasang tanda larangan membuang sampah sembarangan serta informasi terkait kebersihan lingkungan melalui spanduk.
Selain memasang tanda larangan, pihaknya juga melakukan monitoring di TPS liar yang sudah ditutup dan mengarahkan masyarakat untuk membuang sampah di TPS yang direkomendasikan, yakni di Jalan Busiri.
“Kami jaga malam hari, dari jam 6 sampai jam 11 kami jaga terus, kalau ada warga buang sampah kami langsung arahkan untuk buang di Jalan Bisiri, kita (Kelurahan Inauga) punya TPS di Jalan Busiri,” ungkap Gerson saat ditemui di sela-sela kesibukannya memasang tanda larangan saat menutup TPS liar.
Gerson menjelaskan, untuk waktu membuang sampah di Kelurahan Inauga mulai pukul 18.00 WIT sampai pukul 06.00 WIT. Namun, masyarakat sering membuang sampah di luar jam tersebut. Hal ini sangat disayangkan karena masyarakat seolah tidak peduli dengan kebersihan lingkungan.
Page: 1 2
Emma menjelaskan bahwa akar persoalan ini mencakup tiga poin utama, krisis obat-obatan psikotropika, keterlambatan pembayaran…
Berdasarkan informasi, aktivitas kembali normal di RSJ tersebut setelah pihak rumah sakit, mulai dari suster…
Menurut Tan, salah satu faktor utama yang terus dipersoalkan adalah pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)…
Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa…
Tim SAR Gabungan, lanjutnya, menuju ke Selatan Tenggara mendekati lokasi kejadian. Pencarian tidak lagi dilakukan…
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kasat Resnarkoba Polres Jayapura AKP Bima Nugraha Putra,…