

Para pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan/bahu jalan. Pemkab Jayapura tetap akan merelokasi pedagang agar kawasan pasar lama tidak lagi semrawut. (foto:WENY/CEPOS)
Masalah Tanah Dalam Proses Penyelesaian
SENTANI – Kepala Distrik Sentani, Jeck Puraro, menegaskan bahwa tahapan relokasi Pasar Lama Sentani tetap akan berjalan sesuai jadwal, meskipun persoalan tanah masih dalam proses penyelesaian bersama para pemangku kepentingan.
Jeck menjelaskan, pemerintah distrik telah menggelar pertemuan dengan seluruh pihak terkait, mulai dari perwakilan pedagang, pemilik hak ulayat, hingga keluarga adat dari Yahim dan Yoboi, guna membahas persoalan lahan secara terbuka dan menyeluruh.
“Untuk masalah tanah, kami sudah duduk bersama dan sepakat bahwa prosesnya tetap berjalan sampai semua persoalan benar-benar clear. Tidak boleh ada lagi masalah di kemudian hari,” ujarnya, Jumat (23/1).
Menurutnya, penyelesaian persoalan tanah akan dilakukan secara terpisah namun paralel dengan tahapan relokasi. Ia mencontohkan, di sejumlah lokasi lain terdapat lahan yang secara administratif belum sepenuhnya menjadi milik pemerintah, namun tetap dapat dimanfaatkan untuk aktivitas publik melalui kesepakatan bersama masyarakat adat.
“Seperti Pasar Lama ini, walaupun masih ada proses administrasi tanah, aktivitas tetap bisa berjalan. Prinsipnya, ruang dialog tetap dibuka dan semua akan diselesaikan dengan baik,” jelas Jeck.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…