Categories: BERITA UTAMA

SPPG Langsung Diangkat Bakal Lahirkan Polemik

JAYAPURA – Kebijakan pengangkatan pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG menjadi Aparatur Sipil Negara berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menuai kritik dari sejumlah pihak. Koalisi guru mengaku kecewa dan meminta pemerintah berlaku adil terhadap guru honorer.

Lihat saja SPPG baru berjalan setahun terakhir sementara saat ini ada ribuan guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun namun dari segi upah atau gaji masih jauh dari harapan. Selain itu waktu pengangkatan juga belum jelas. Terbaru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Papua menegaskan dukungan penuh terhadap iKetua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, agar pemerintah meninjau ulang kebijakan pengangkatan SPPI menjadi PPPK.

Kondisi ini dinilai berpotensi mengabaikan keadilan bagi guru honorer diseluruh Indonesia. Melanjutkan pernyataan tersebut, Ketua PGRI Provinsi Papua, Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd., buka suara. Kepada Cenderawasih Pos ia menegaskan bahwa guru honorer tidak boleh terus menjadi pihak yang dikorbankan oleh kebijakan negara.

“Guru honorer telah mengabdi puluhan tahun, terutama di daerah terpencil Papua. Jika mereka kembali diabaikan, maka negara sedang mengirim pesan yang keliru tentang penghargaan terhadap pengabdian,” tegas Elia Waromi.

Menurutnya, kebijakan pengangkatan PPPK harus berpijak pada masa pengabdian, kebutuhan riil sekolah, dan prinsip keadilan, bukan semata-mata pendekatan administratif atau program jangka pendek.

PGRI Papua menilai, jika kebijakan ini tidak dikoreksi, maka akan memicu ketidakadilan struktural di sektor pendidikan, serta menurunkan motivasi dan kepercayaan guru honorer, hingga berpotensi mengganggu stabilitas layanan pendidikan, khususnya di wilayah Tertinggal, Terpencil, dan Terluar (3T) terkhusus di Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

6 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

8 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

9 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

10 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

11 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

12 hours ago