Categories: SENTANI

Pemerintah Terus Berupaya Putus Rantai Penyebaran Virus ASF

SENTANI – Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua, akui kematian sejumlah ternak babi akibat virus ASF untuk Provinsi Papua baru ditemukan di Kab. Jayapura. 

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua, Matheus P Koibur bahwa African Swine Fever (ASF) adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 % .

“Sesuai SK Gubernur terkait keadaan darurat wabah ASF di Provinsi Papua, yang sementara ini terjadi di Kabupaten Jayapura, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (14/6) kemarin.

Diakuinya, untuk wabah tersebut telah ditemukan di Kabupaten. Jayapura tepatnya di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur,.”Kami sudah membatasi lalu lintas ternak dari Kabupaten Jayapura, keluar ke Kota Jayapura dan sekitarnya. Serta ternak babi yang masuk ke Kabupaten Jayapura,”ujarnya.

  Untuk wilayah lain, pihaknya tetap lakukan pengendalian bahkan di Kota Jayapura tengah dilakukan  surveilans. ‘’Kami berharap dengan upaya ini dapat mengetahui perkembangannya dan dapat dilakukan pemutusan mata rantai penyebaran. Tidak hanya itu, kami juga telah menyiapkan desinfektan dan kami imbau masyarakat tidak panik, pemerintah tetap hadir dalam penanganan wabah tersebut, baik melalui sosialisasi maupun upaya penanganan wabah tersebut, ” terangnya.

Menurutnya, untuk wabah ASF ini tidak ada obatnya, tidak ada vaksinnya, sekarang hanya membutuhkan kesadaran para peternak babi dalam hal meningkatkan kebersihan kandangnya.

Jangan bawah masuk orang luar ke dalam kandang babi, karena penyebaran virus ASF ini sangat cepat penularannya dan belum ada obatnya atau vaksinnya.

“Selain itu kami pemerintah memfasilitasi disinfektan yang sudah didistribusikan kepada kabupaten/kota. Kita berkolaborasi dengan pihak terkait, agar para petani dapat melakukan desinfeksi, agar dapat meminimalisir serta dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut, ” jelasnya.

Pihaknya sudah memusnahkan ternak babi sebanyak 35 ekor di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kab. Jayapura. ‘’Pemantauan terus kita lakukan dan kami berharap tidak tersebar ke Distrik lain ataupun ke kabupaten/kota lain, “jelasnya.(ana/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

6 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

7 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

8 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

9 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

11 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

12 hours ago