Categories: SENTANI

Papua Terbaik Nasional Kendalikan Resistensi Antimikroba

SENTANI – Provinsi Papua mencatat prestasi membanggakan di bidang kesehatan dengan menjadi daerah terbaik di Indonesia dalam pelaksanaan program pengendalian resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) tahun 2025.  Keberhasilan tersebut dinilai tidak terlepas dari tingginya keterlibatan tenaga kefarmasian, khususnya apoteker, dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Daerah Papua, apt. Edward Manik Sihotang, mengatakan capaian tersebut terungkap dalam forum evaluasi bersama pihak terkait yang membahas hasil pelaksanaan program AMR di Papua.

Menurutnya, program tersebut bertujuan mencegah terjadinya resistensi antimikroba atau kondisi ketika obat-obatan, terutama antibiotik, tidak lagi efektif melawan infeksi akibat penggunaan yang tidak tepat.

“Dari hasil evaluasi tahun 2025, Papua dinilai sebagai provinsi terbaik dalam melaksanakan program pengendalian resistensi antimikroba. Ini menjadi capaian penting karena dampak terbesar resistensi antimikroba adalah meningkatnya angka kesakitan hingga kematian masyarakat,”ujarnya Senin (8/6).

Edward menjelaskan, tingkat resistensi antimikroba di Papua saat ini berada pada kisaran 13 persen, jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang masih berada di atas 60 persen. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa upaya pengendalian penggunaan antibiotik di Papua berjalan cukup efektif.

“Hasil evaluasi juga menemukan sejumlah faktor yang mendukung keberhasilan tersebut. Selain pengawasan yang dilakukan oleh instansi terkai, tingkat kehadiran tenaga kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor dominan,” jelasnya.

Data menunjukkan kehadiran apoteker dalam pelayanan obat di fasilitas kesehatan mencapai 81,39 persen. Angka tersebut dinilai berkontribusi besar dalam memastikan penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional di masyarakat.

“Ketika apoteker hadir dalam pelayanan kesehatan, masyarakat mendapatkan edukasi yang benar tentang penggunaan obat. Apoteker juga berperan melakukan penyaringan atau filtrasi terhadap obat-obatan yang dibeli masyarakat agar penggunaannya sesuai aturan,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

3 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

5 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

8 hours ago

Dipicu Masalah Asmara, Dua Kelompok Warga di Merauke Saling Serang

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…

10 hours ago

Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…

12 hours ago

Nasib Ratusan Mahasiswa Penerima Beasiswa SUP Terancam

  Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…

18 hours ago