Categories: SENTANI

Air Danau Terus Naik, Deforestasi Cycloop Jadi Penyebab Utama

SENTANI – Kondisi meluapnya air Danau Sentani yang berlangsung lebih dari dua pekan mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Anggota DPR Papua jalur pengangkatan Otsus dari Kabupaten Jayapura, Erick Ohee, menyampaikan keprihatinannya atas tingginya debit air danau yang tidak kunjung surut dan semakin meresahkan masyarakat.

“Pertanyaannya, kenapa air danau ini terus meluap dan tidak surut berhari-hari. Ini tentu bukan tanpa sebab,” ujarnya Senin (6/4).

Menurutnya, peningkatan debit air Danau Sentani tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat kerusakan lingkungan, khususnya di kawasan kaki Gunung Cycloop.

Ia menjelaskan, banyak hutan yang telah gundul akibat penebangan liar dan pembukaan lahan tanpa upaya reboisasi. Akibatnya, fungsi hutan sebagai daerah resapan air menjadi hilang.

“Air dari Gunung Cycloop tidak lagi terserap di kawasan kaki gunung, tetapi langsung mengalir ke sungai dan bermuara ke Danau Sentani,” jelasnya.

Meski upaya pembersihan muara Kali Jaifuri yang dilakukan masyarakat dinilai baik, namun menurutnya langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan secara menyeluruh.

“Kalau kerusakan hutan terus terjadi, maka dampaknya akan terus berulang. Tidak ada lagi pohon yang menahan air,” tegasnya.

Ia juga meminta peran aktif para tokoh adat seperti Ondoafi dan Ondofolo untuk mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan penebangan hutan dan membuka kebun di kawasan lereng Cycloop.

Selain itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.

“Semua pihak harus terlibat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan membawa dampak buruk bagi masyarakat di Sentani,” katanya.

Erick juga turut menyoroti maraknya penjualan kayu sowang yang kerap digunakan sebagai bahan arang untuk pembakaran ikan. Menurutnya, praktik tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi merusak hutan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

13 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

13 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

14 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

14 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

15 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

15 hours ago