Categories: PEGUNUNGAN

Pelaku Begal Akui Aksinya Dilakukan Berkelompok

Tak Pernah Jual Motor Atau HP Hasil Kejahatan Kepada Aparat

WAMENA – Usai tertangkap oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Jayawijaya, Pelaku BK (19) mengaku tak pernah menjual hasil kejahatannya berupa Sepeda motor maupun Handphone kepada anggota TNI/Polri, sementara pasarannya kepada masyarakat umum khususnya untuk motor, dan untuk HP sering kali dijual di pasar.

BK mengaku dari 17 aksi yang ada perannya secara langsung, tidak semua yang didapatkan adalah kendaraan roda dua, namun ada yang mendapatkan HP, tas, dompet, serta uang tunai, dan hasilnya sering kali digunakan untuk eforia bersama dengan teman -temannya.

“Kalau untuk motor saya jual kepada 3 penadah yang saat ini juga sudah ditangkap oleh anggota Polres Jayawijaya, untuk HP saya lebih banyak menjual di pasar dengan harga Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta rupiah tergantung dari typenya,”ungkapnya kepada Cenderawasih pos di Polres Jayawijaya.

Ia mengaku selama melakukan aksi dan mendapatkan hasil dirinya bersama dengan rekan -renaknya yang lain tak pernah menjual barang hasil curian itu kepada aparat TNI/Polri sebab tentunya ini akan membuatnya kesulitan karena tak menutup kemungkinan merekan bisa tertangkap

“Kami tidak pernah jual hasil kendaraan, HP kepada aparat TNI/Polri, namun lebih kepada masyarakat umum, dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, terkadan ada orang yang kami kenal minta dicarikan motor kalau ada pembeli, ini yang membuat kami melakukan itu,”kata BK

Ia juga mengaku dalam melakukan aksinya, tidak pernah sendiri namun lebih sering berkelompok, sementara untuk sasaranya itu tidak ditentukan, asal ada kesempatan maka mereka akan menghadang serta merampas kendaraannya, tentunya dengan ancaman senjata tajam yang di bawah.

“Kami sering kali melakukan aksi begal ini tidak sendiri tapi berkelompok, dan sasarannya tidak kami tentukan, yang penting ada kesempatan langsung ditindaklanjuti,” bebernya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago