Sementara itu Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu, menegaskan bahwa peredaran minuman keras (miras) tidak memberikan manfaat signifikan bagi pembangunan daerah, justru menjadi sumber kehancuran sosial bagi Orang Asli Papua (OAP).


Pernyataan itu disampaikan Katayu menanggapi meningkatnya kasus kriminal dan kecelakaan lalu lintas yang belakangan ini marak terjadi akibat pengaruh alkohol.
“Kalau kita bicara dari sisi pendapatan, kontribusi Miras terhadap daerah ini sangat kecil. Tapi dampaknya bagi OAP — besar dan berbahaya. Lihat saja kejadian-kejadian terakhir, banyak terjadi karena pengaruh Miras,” tegas Katayu, kemarin.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak seharusnya bergantung pada pendapatan dari sektor miras, karena dampak sosialnya jauh lebih besar daripada keuntungan ekonominya. Ia menilai, pemerintah harus berani mengambil langkah konstruktif, termasuk meninjau ulang dan mencabut izin distribusi Miras apabila terbukti merugikan masyarakat.
“Pemerintah harus ambil langkah tegas. Regulasi harus selektif dan evaluatif. Kalau bisa dicabut, ya dicabut. Karena miras bukan satu-satunya sumber pendapatan di daerah ini,” ujarnya.(ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Papua Sri Utami mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan MBG sebagai bagian…
“Program MBG sangat strategis bagi Papua karena mendukung 'Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis’…
‘’Pelakunya 2 orang. Satu membawa parang dan satu pelaku lainnya membawa pisau. Luka besar pada…
Ini terlihat di dua rumah sakit pemerintah yakni RSJ Abepura dan RSUD Jayapura. Bahkan untuk…
Persipura kini masih berada pada peringkat ketiga dengan koleksi 33 poin. Mereka hanya terpaut satu…
”Sehingga pada malam ini saya selaku kepala Basarnas, selaku SAR Coordinator mendeklir bahwa operasi pencarian…