

Proses evakuasi temuan paket atau kantong body part di lokasi kecelakaan Pesawat ATR 42-500 pada Jumat (23/1). (Basarnas)
JAKARTA-Berdasar hasil evaluasi bersama Tim SAR Gabungan pada Jumat malam (23/1), Basarnas memutuskan untuk menghentikan operasi SAR kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan secara langsung keputusan tersebut. Dia menyatakan bahwa dalam evaluasi, pihaknya sudah meminta masukan dan pandangan dari semua unsur yang terlibat dalam operasi SAR sejak Sabtu pekan lalu (17/1).
”Sehingga pada malam ini saya selaku kepala Basarnas, selaku SAR Coordinator mendeklir bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai,” kata dia tegas.
Selanjutnya, Kantor SAR Makassar akan melaksanakan operasi kesiapsiagaan. Operasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi laporan dari masyarakat apabila menemukan body part yang masih tersisa di lokasi kecelakaan Pesawat ATR 42-500.
”Operasi kesiapsiagaan ditujukan andai saja ada laporan dari masyarakat, misalkan ada body part yang ditemukan yang tersisa, itu kewajiban bagi basarnas untuk melakukan operasi evakuasi,” ujarnya.
Page: 1 2
Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…