

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga didampingi Kasat Narkoba Ipda M. Zen Fahrurozi Ikhsan dan Plt Kasi Humas Iptu Syahrul menunjukan barang bukti dari penangkapan pengedar Tramadol sebanyak 1.721 buti pada Conferensi Pers, Senin (11/5) (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE- Edarkan Tramadol yang diketahui masuk dalam jenis obat keras ribuan butir atau tepatnya sebanyak 1.721 butir, seorang pemuda di Merauke berinisial MR (23) di bekuk oleh Satuan Opsnal Reserse Narkoba Polres Merauke. Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga didampingi Kasat Narkoba Ipda M. Zen Fahrurozi Ikhsan dan Plt Kasi Humas Iptu Syahrul saat menggelar conferensi pers kepada wartawan mengungkapkan, pelaku MR ditangkap di Jalan Doremkai, Kelurahan Samkai Merauke, 9 April 2026 lalu sekira pukul 01.30 WIT.
Bermula saat Opsnal Reserses Narkotika sedang melakukan patroli bertujuan untuk mengantisipasi peredaran obat terlarang dan Narkotika lainnya. Kemudian mendapati pelaku MR yang sedang mengendarai sepeda motor dengan melakukan gas-gas motor tersebut.
‘’Kemudian dihentikan karena mencurigakan kemudian dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan disakunya didapti 18 plastik ukuran kecil. Lalu dilakukan pemeriksana jok motor dan ditemukan jumlah yang lebih besar dengan jumlah keseluruhan 1.721 butir obat Tramadol,’’ kata Kapolres Leonardo Yoga, Senin (11/5).
Dikatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka, barang tersebut diperoleh dari temannya melalui media sosial. Namun siapa teman pelaku di media sosial tersebut, Kapolres menjelaskan jika masih dalam penyelidikan.
‘’Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku berperan mengedarkan obat Tramadol dengan cara membuat paket antara 5-15 butir untuk disebarkan kepada pembeli. Modus yang dilakukan pelaku yakni setelah transaksi secara online, kemudian pelaku meninggalkan obat tersebut di satu tempat. Jadi tidak bertemu antara penjual dan pembelli. Pelaku menolak system COD agar tidak diketahui identitasnya,’’ katanya.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…