

MERAUKE– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merauke memberikan pemahaman kepemiluan kepada anak-anak penyandang disabilitas di SMP dan SMA penyandang Disabilitas Merauke, Rabu (07/02/2024). Pemahaman tentang kepemiluan tersebut disampaikan Ganis, Komisioner Bawaslu Kabupaten Merauke.
Ketua Bawaslu Kabupaten Merauke Agustinus Mahuze disela-sela sosialisasi tentang Kepemiluan tersebut mengatakan bahwa anak-anka disabilitas atau difabel ini menjadi salah satu sasaran tentang Kepemiluan karena mereka juga memiliki hak untuk memberikan hak suaranya pada pemungutan suara 14 Februari 2024.
‘’Diantara anak-anak peyandang difabel ini, ada yang sudah berumur diatas 17 tahun yang berarti dia sudah punya hak untuk memilih juga. Untuk itu, kami datang memberikan sosialisasi kepada mereka supaya mereka lebih memahami dan dapat menentukan hak pilihnya nanti,’’ jelasnya.
Hanya yang mnejadi pertanyaan lanjut dia, apakah ada huruf braille yang disediakan KPU saat pemilu atau tidak.
Agustinus Mahuze menjelaskan bahwa pihaknya segaja memilih para penyandang difabel ini sebagai sasaran sosialisasi karena mereka sebagai warga negara juga punya hak yang sama untuk memilih pada Pemilu besok. ‘’Jangan sampai mereka terlupakan dan tidak bisa ikut karena berbagai alasan. Itu yang kita tekankan,’’ tandasnya.
Secara terpisah, Ketua KPU Kabupaten Merauke Rosina Kebubun menjelaskan bahwa khusus bagi pemilih penyandang disabilitas atau difabel tersebut, telah disediakan alat khusus di setiap TPS.
‘’Setiap TPS disediakan 1 alat khusus bagi penyandang disabilitas,’’ katanya. Meski begitu, Rosina Kebubun mengaku belum memiliki data berapa pemili disabilitas yang akan memilih pada Pemilu serentak di 2024 ini. ‘’Kalau data soal pemilih disabilitas, kami belum memiliki data tentang itu. Karena dalam DPT itu tidak ada kelompok khusus penyandang disabilitas,’’ pungkasnya. (ulo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…
Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…
Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…