Categories: PARIWARA

​BMP RI Tepis Tudingan Adu Domba Kelompok Massa

Murni Memprotes Kejahatan OPM yang Lakukan Pembunuhan Warga Sipil

​JAYAPURA – Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia angkat bicara menepis isu miring yang menyebut aksi demonstrasi di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, pada Senin (3/8) merupakan bentuk adu domba antar-sesama anak Papua. Aksi berskala besar yang melibatkan BMP RI bersama Pemuda Adat Port Numbay tersebut dipastikan murni sebagai penyampaian aspirasi atas gejolak keamanan di Tanah Papua, khususnya aksi kekerasan bersenjata terhadap warga sipil.

Demikian disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia, Ali Kabiay, kepada Cenderawasih Pos, Selasa (4/8). Secara tegas Ali Kabiay menepis isu dan narasi menyesatkan yang menyebut adanya skenario adu domba sesama warga Papua pasca-aksi demonstrasi yang berlangsung di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, pada Senin (3/8).

​Langkah tegas ini disampaikan Ali Kabiay untuk meluruskan kesalahpahaman publik terkait kehadiran massa BMP RI dan Pemuda Adat Port Numbay di lokasi yang sama dengan massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Menurut Ali, tudingan bahwa aksi tersebut merupakan rekayasa atau “aksi tandingan” sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memicu stigma negatif dan provokasi di tengah masyarakat.

​”Tidak ada niat sama sekali dari kami untuk melakukan aksi tandingan, apalagi mengarah pada tindakan kekerasan, adu domba, hingga bentrokan dengan massa KNPB. Kehadiran kami di tempat dan waktu yang hampir bersamaan murni merupakan kebetulan. Aksi yang kami usung sepenuhnya adalah aksi damai,” tegas Ali dalam keterangannya di Abepura.

​Ali menjelaskan lebih lanjut mengenai pemilihan lokasi Lingkaran Abepura yang kerap menjadi sorotan. Menurutnya, Lingkaran Abepura secara umum telah dipahami publik dan aparat sebagai area terbuka (ruang publik) tempat berbagai elemen organisasi menyuarakan aspirasi mereka.

​”Saat aksi berlangsung, Barisan Merah Putih bergerak secara mobile melalui long march dan konvoi. Jadi, sama sekali tidak ada settingan untuk mengadu domba anak-anak Papua. Kami tidak melihat adanya tujuan dari kelompok mana pun untuk menciptakan konflik horizontal,” tambangnya. ​Ali mengungkapkan, substansi utama dari aksi penyampaian pendapat yang digalang oleh Pemuda Adat Port Numbay dan BMP RI adalah bentuk kemarahan serta keresahan mendalam atas kekerasan bersenjata yang terus memakan korban warga sipil di Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

3 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

4 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

6 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

7 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

8 hours ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

10 hours ago