Categories: MERAUKE

Ternak Sapi yang Mati di Merauke Tembus 210 Ekor 

MERAUKE– Jumlah ternak sapi yang mati di Merauke dalam 1 bulan terakhir ini tembus 210 ekor. Sementara untuk kambing sebanyak 12 ekor dan kuda 1 ekor. Sedangkan untuk ternak babi mencapai 20 ekor. Penyebab kematian dari ternak sapi, kambing dan kuda di Merauke  tersebut masih dapat dikatakan misterius.

Karena dari hasil pemeriksaan Balai Besar Veteriner  Maros, yang ditemukan di dalam api-sapi yang mati tersebut baru parasit dengan jenis Trypanosomiasis, Babesiosis, Theileriosis, Paramphistomiasis dan Nematodosis. Sedangkan untuk Babi, sudah dpastikan penyakit Anthraks.

Tim terpadu bersama Otoritas Veteriner Provinsi Papua Selatan mengupdate jumlah kematian hewan ternak Sapi, Babi, Kuda dan Kambing yang mengalami kematian di Kabupaten Merauke semakin meningkat.

Dari hasil laporan Tim Terpadu per tanggal 28 April 2024 jumlah kematian untuk sapi sebanyak 210 ekor, Babi 20 ekor, Kambing sebanyak 12 ekor dan ternak kuda tercatat 1 ekor.  Untuk diketahui populasi ternak di Kabupaten Merauke tahun 2023 tercatat jumlah sapi potong sebanyak 44.570 ekor dan Babi 16.245 ekor.

Berdasarkan kronologi kematian ternak ini berawal pada tanggal 24 – 26 Maret 2024, dimana laporan kematian sapi pertama diperoleh dari  Bapak Marianus di Tanah Miring.

Kepala Loka Veteriner Jayapura drh. Tri Juwianto mengatakan sesuai Permentan nomor 12 tahun 2023 telah dibentuk Laboratorium loka veteriner Jayapura yang berfungsi melakukan pengamatan dan penyidikan penyakit hewan dan kesehatan masyarakat veteriner di Papua.

” Terkait kasus yang dilaporkan kemarin dan sudah kami terima serta ditindaklanjuti dengan melakukan investigasi adanya kematian ternak di wilayah Kabupaten Merauke dan segera lakukan pengujian cepat dan hasil diagnose sementara yang telah diperoleh pada saat sampel kami terima dilapangan itu disebabkan oleh investasi parasit dari jenis Trypanosomiasis, Babesiosis, Theileriosis, Paramphistomiasis dan Nematodosis, dan selanjutnya kami juga melibatkan dari Balai Besar Veteriner Maros yang diambil sampel pada specimen babi dan dari 10 sampel yang diperoleh terdapat 5 spesimen terindikasi posistif Anthrax,” ungkap drh. Tri Juwianto di Merauke, Senin (29/04/2024).

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

4 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

4 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

5 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

5 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

6 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

6 hours ago