

Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano didampingi Istri, Khristina L. Luluporo saat berinteraksi dengan petani Kakao di Perkebunan Kakao di Kampung Alang Alang, Distrik Skamto, Kabupaten Keerom. (Foto : Karel/Cepos)
JAYAPURA-Calon Gubernur Provinsi Papua, Benhur Tomi Mano mengatakan Kabupaten Keerom merupakan salah satu daerah dengan pertanian terbesar di Papua, jika Ia dengan pasangannya Yermias Bisai terpilih menjadi Gubernur Papua, maka mengelolah wilayah tersebut untuk sentral pertanian bagi provinsi Papua.
“Keerom ini penghasil jagung, cabe, bawang maupun hasil tani lainnya untuk Provinsi Papua, oleh sebab itu kedepannya kita akan lebih perhatikan lagi soal pengelolahan pertanian ini,” ujarnya saat tatap muka dengan masyarkaat di Arso 2, Kabupaten Keerom, Sabtu (2/11).
Selain fokus pada pertanian dan perkebunan BTM juga akan fokus pada pengelolahan peternakan. Sebagaimana dirinya saat menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi dia cukup aktif memberikan bantuan ternak ke masyarakat setempat.
Bantuan bantuan inilah yang nantinya menjadi tugas pemerintah daerah untuk diperhatikan. Sehingga tidak sekedar menerima bantuan lalu tidak memberi dampak ekonomi.
“Soal ternak ini, saya sudah kerjakan selama ini, jika terpilih saya akan akan bicarakan lagi dengan Menteri Sosial agar kita bisa mendapatlan bantuan ternak yang unggul lagi,” tuturnya.
Mantan Walikota Jayapura itu mengatakan untuk merealisasikan semua programnya itu, maka sarana prasarana penunjang juga harus diperbaiki, salah satunya jalan.
Pantuannya akses jalan di Kabupaten Keerom butuh perhatian pemerintah baik provinsi maupun daerah. “ Kalau jalan tidak bagus, maka akses pasar untuk hasil tani ini tidak akan berjalan maksimal,” tandasnya.
Sesuai dengan Visi yang telah disampaikan di berbagai kesempatan, bahwa menata infrastruktur dengan baik, merupakan program-program prioritas keduannya.
Untuk itu setelah melihat kondisi wilayah Keerom, maka beberapa ruas jalan di wilayah itu akan menjadi prioritas, seperti jalan Arso 6, Arso 7 dan Arso 11 yang rusak parah.
“Dari Yoka tembus Arso 3 dan Arso 4 lebih parah lagi. Maka itu kedepannya jalan ini saya bikin bagus, supaya hasil panen masuarakat bisa di jual di Kota Jayapura,” tuturnya.
Selain itu dia juga akan fokus mengelolah perekebunan sawit, di Kabupaten Keerom, sehingga ekonomi masyarkaat setempat semakin baik. “Sawit di Keerom ini cukup banyak kedepannya kita kelolah ini secara baik agar ekonomi masyarakat meningkat,” ujarnya.
Selain itu, ketersediaan pupuk yang sesuai dengan jenis tanaman unggul di wilayah Keerom, juga akan menjadi perhatian BTM. (rel)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…
Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di…
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian…