Categories: FEATURES

Kerap Bersitegang dengan Aparat, Warga PNG Anggap Kampung Kedua

Melihat Lebih Dekat Kondisi Kampung Vietnam yang Jadi Jalur Aman Bagi Pengedar Ganja di Jayapura

Kampung Vietnam menjadi satu lokasi yang sulit ditertibkan di Kota Jayapura. Walikota dan Kapolres silih berganti, lokasi ini tetap menjadi salah satu yang “angker” karena tingginya kriminalitas terutama peredaran ganja. Didatangi Polisi, malah balik menyerang.

Laporan: Mustakim Ali – Jayapura

Kampung yang sebagian besar warganya tinggal diatas air laut menjadi khas tersendiri bagi kawasan tersebut. Berada di pinggir pantai yang berhadapan langsung dengan lautan menjadi jalur yang memudahkan bagi pengedar untuk memasukkan barang haram tersebut dari negara Papua New Guenia (PNG).

Dari pantauan Cenderawasih Pos, suasana kampung tidak beda jauh dengan pemukiman yang lainnya, aktivitas masyarakatnya juga hening dan lancar-lancar saja, seolah-olah tidak terjadi sesuatu. Dalam kunjungan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo beberapa waktu lalu, cukup menggagetkan masyarakat di kawan tersebut. Apalagi kedatangan orang nomor satu di Kota Jayapura itu didampingi pihak BNN Provinsi Papua, TNI-Polri dan beberapa anggota DPRK Kota Jayapura.

Dari keterangan masyarakat kepada walikota dan rombongan, pemasok ganja di kawasan tersebut masih lalu lalang, wargapun seperti tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menyaksikan dan bahkan pura-pura tidak tau. Yang membuat prihatin adalah pelakunya justru bukan penduduk setempat melainkan dari luar, warga Papua New Guinea (PNG). Warga PNG ini memiliki kerabat yang selalu melindungi sehingga apabila terjadi resistensi di lapangan maka kerabat atau keluarganya itu yang nanti akan bersinggungan dengan warga lainnya.

Bahkan jika dilakukan penindakan oleh aparat keamanan maka yang terjadi adalah terjadi ketegangan, saling serang bahkan tak jarang bentrok sulit dihindari. Karenanya menjadi aneh karena justru warga setempat nampaknya tak bisa berbuat apa-apa dari eksistensi warga PNG yang hilir mudik di depan mereka. Masyarakat juga mengakui, Kampung Vietnam ini kerap dijadikan tempat singgah barang haram tersebut sebelum diedarkan ke pasaran baik di Kota Jayapura maupun menuju kabupaten lain. Berbagai pendekatan dilakukan oleh pihak kepolisian maupun BNN juga hasilnya sama.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Motif Pembunuhan  Anak Kandung Diduga Persoalan Internal Keluarga

Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…

2 days ago

Ada 4 Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim

​Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…

2 days ago

Angka Kemiskinan Naik 12,03 Persen, Bapperida Dorong Penguatan Data

- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…

2 days ago

Disorot DPRP, Gubernur Diminta Jelaskan Sisa Dana Cadangan

–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…

2 days ago

Salah Gunakan Izin Tinggal, Dua Warga Cina Dideportasi

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…

2 days ago

​Bukti Medis Diklaim Luka Tembak Peluru Karet

BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…

2 days ago