

Ilustrasi Peluru Karet
JAYAPURA – Ketegangan pasca-pembubaran aksi demonstrasi di kawasan Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura pada Sabtu (15/8) lalu berbuntut panjang. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih (BEM Uncen) menyampaikan jika korban Wakil Ketua BEM, Frengky Kabak terluka akibat peluru karet.
BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan radiologi yang ditandatangani oleh dokter spesialis radiologi, dr. Angie Indey, Sp.Rad., pada bagian kondisi klinis pasien dituliskan secara eksplisit ”Post luka tembak peluru karet”.
Pemeriksaan pada bagian Cruris (tungkai bawah) menunjukkan hasil diagnostik destruksi korteks lateral pada medial os tibia sinistra atau terjadi kerusakan atau kehancuran pada bagian luar tulang kering sebelah kiri korban.
Kemudian, adanya Edema jaringan lunak sekitar dan pembengkakan signifikan pada jaringan lunak di sekitar area benturan. Ketua BEM Uncen, Yuluku Wasiangge menyampaikan lima poin tuntutan yakni mengecam keras aksi kekerasan dan penembakan tersebut, mahasiswa menolak narasi kepolisian yang menyebut tidak ada penembakan. Ketiga, BEM mendesak Polresta Jayapura Kota bertanggung dan mendesak Polda Papua melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polresta Jayapura Kota.
Page: 1 2
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Okto Dorinus Manik membahas…
Di tengah pilihan pekerjaan yang kerap dikaitkan dengan gelar sarjana, Rio justru mengambil jalan…
Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol. Alfian, mengatakan operasi ini merupakan bagian dari…
Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua menyatakan komitmen penuh untuk membantu percepatan penanganan banjir di Kota…
Wakil Walikota Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, mengaku hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot)…
Fenomena udara yang menyelimuti kawasan Kota dan Kabupaten Jayapura belakangan ini dipastikan murni merupakan fenomena…