Categories: FEATURES

Kerap Bersitegang dengan Aparat, Warga PNG Anggap Kampung Kedua

Narkoba disini tak bisa diberantas. Istilah Kampung Tangguh maupun Kampung Bersinar juga tak memberi banyak dampak. Alhasil dari kondisi lingkungan yang buruk membuat warga enggan berurusan dengan lokasi ini. Bukan tanpa alasan sebab tempat yang sejatinya disebut Argapura Laut ini terkenal dengan daerah yang selalu melakukan Bom (Dopis) ketika mencari ikan. Bahkan pernah terjadi konflik antar kelompok tepatnya 1984 dan 1989.

Sebutan Kampung Vietnam sendiri bukan tanpa cerita. Ketika itu terjadi suatu peristiwa yang menyebabkan terjadinya pengungsian besar-besaran ke Papua Nugini yang dilakukan orang-orang Argapura Laut. Warga ketika berkonflik kerap melepas Dopis yang suasananya sudah mirip Vienam hingga kini melekat. Nama Kampung Vietnam sendiri puluhan tahun silam sempat diucapkan langsung oleh Komandan Resort Dimara. Seusai pertemuan antara dua kelompok yang terlibat konflik.

Mirisnya meski bolak balik dilakukan penindakan bahkan dilakukan terobosan dengan menempelkan berbagai istilah pendekatan namun tetap saja persoalannya tak terurai. Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan turut prihatin atas kondisi di kawasan tersebut. Kata Abisai, Kampung Vietnam masih jadi perhatian pemerintah dan TNI-Polri dalam mengatasi masalah ganja di Kota Jayapura.

“Dalam kunjungan saya kemarin, yang paling banyak menurut masyarakat adalah pemakai, selain pengedar,” ujar Abisai Rollo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di kantor walikota, Senin (23/6). Longgarnya pengawasan jalur laut menjadi perhatian Pemkot Jayapura dalam hal ini Wali Kota, Abisai Roll. Karena menurut masyarakat, sebagain besar ganja yang mendarat di kampung tersebut berasal dari PNG.

“Saya sudah koordinasi dengan Ondoafi Kayo Pulau, nanti kita akan bangun Pos laut di belakang Pulau Kosong itu,” tuturnya. “Pos ini nanti akan memantau semua aktivitas di wilayah tersebut, semua yang melintas wajib lapor apalagi kalau masyarakat dari PNG,” lanjutnya. Pos laut ini dibangun untuk memperketat pengawasan, karena jalur tersebut menjadi pemasok ganja di kawasan Kota Jayapura termasuk yang singgah di Kampung Vietnam.

“Selain Pos, kita juga minta masyarakat untuk berani menegur para oknum-oknum yang bawa ganja ini, kalau bisa langsung dilaporkan biar langsung ditindak,” ungkapnya. Bukan hanya kampung Vietnam, ganja ini juga menyebar ke wilayah Kota Jayapura bahakan daerah-daerah yang lainnya. Abisai menyebut ganja sudah jadi perusak di masyarakat khususnya generasi muda.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Tak Kunjung Ditemukan, Warga Sota Dinyatakan Hilang

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi melalui Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Darmawan,…

3 hours ago

Meski APBD Menurun, Pelayanan Harus Tetap Baik

Kepala BPKAD Kota Jayapura Desi Wanggai mengatakan, salah satu penyebab menurunnya APBD Kota Jayapura adalah…

4 hours ago

Bantuan Bama ke Jila Sangat Membantu Masyarakat

Bantuan ini disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam meyambut perayaan Natal dan Tahun Baru…

4 hours ago

Pembangunan Ruas Jalan Utama Koya Diusulkan ke Kementerian

Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Asep Khalid, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pihaknya merencanakan pembangunan…

5 hours ago

BPBD Jayawijaya Masih Fokus Pembukaan Akses Logistik ke Kampung Pobiatma

Plt Kepala BPBD Kabupaten Jayawijaya, Edison Wetipo. S.Sos menyatakan langkah ini diambil guna memastikan keselamatan…

5 hours ago

Pengaruh Miras, Pemuda Tanpa Identitas Tewas

Berdasarkan informasi yang diterima Cenderawasih Pos, korban meninggal dunia dengan kondisi kepala belakang bocor, keluar…

6 hours ago