Categories: FEATURES

Sosok Periang, Kuat dan Aktif Menjadi Kader Posyandu

“Pihak mertua saya menyalahkan kami karena menganggap kami tidak memperhatikan Irene. Padahal kami sudah berusaha. Jika saat itu istri saya ditangani lebih cepat mungkin dia tidak meninggal. Tapi semuanya sudah terjadi,” ungkapnya.

Ya Irene bukan sekadar ibu rumah tangga ia juga aktif menjadi kader posyandu di kampung. Sosok yang, menurut Abraham Kabey selalu periang, kuat, dan tegar.

Namun ketegaran itu runtuh pada Minggu sore, 16 November. Sekitar pukul 14.30 WIT, Irene dibawa dari rumah orang tuanya di Kampung Keinsyo menuju RSUD Yowari. Perjalanan ditempuh lewat air, menggunakan perahu jhonson selama 20 menit, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat. Ia hendak melahirkan, tapi kondisinya terus melemah.

Setibanya di IGD Ponek RSUD Yowari, Irene langsung diperiksa dan dipindahkan ke ruang bersalin. Diruang bersalin Iren sudah menunjukkan tanda-tanda bersalin. Waktu berjalan hingga malam. Namun hingga pukul 23.00 WIT, kondisinya tak membaik. Keluarga mendesak agar Irene dirujuk karena mendapat informasi bahwa ia tak mampu melahirkan secara normal dan membutuhkan operasi.

Desakan itu akhirnya membuat pihak rumah sakit merujuk Irene ke RS Dian Harapan. Namun di sinilah keluarga merasakan kebuntuan. Karena mereka menunggu, tanpa kepastian. Pemeriksaan pun tak dilakukan. Irene kembali dipindahkan. Kali ini ke RSUD Abepura. Namun, lagi-lagi, keluarga menghadapi penolakan karena ruang operasi belum bisa difungsikan karena masih dalam perbaikan. Suara isak dan nada tinggi mewarnai lorong rumah sakit malam itu.

Kondisi Irene kian kritis. Didampingi dua petugas RSUD Yowari, keluarga meminta agar ia dibawa ke RSUD Dok II Jayapura. Ambulans bergegas. Namun di perjalanan, darah mulai keluar dari mulut Irene. Napasnya tersengal. Oksigen yang diberikan tak cukup menolong. Irene kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat yaitu RS Bhayangkara. Tetapi disini keluarga kembali dilemahkan oleh kenyataan. Irene, pemegang BPJS Kelas III, diminta membayar uang muka Rp4 juta karena ruang kelas III penuh dan hanya VIP yang tersedia.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Jamu Persiku, Panpel Persipura Akan Perketat Keamanan

anitia Pelaksana (Panpel) Persipura Jayapura memastikan pengamanan laga terakhir Persipura menjamu Persiku Kudus di Stadion…

7 hours ago

100 Unit Rumah Transmigrasi Lokal Siap Diresmikan Awal Mei

Sebanyak 100 unit rumah permanen yang dibangun pemerintah pusat melalui Kementrian Transmigrasi RI di Kampung…

7 hours ago

Persiker Keerom Sowan ke Rumah Jokowi

Persiker merupakan juara Liga 4 zona Papua dan menjadi wakil Papua pada seri nasional. Mereka…

8 hours ago

47 Jemaah Calon Haji Dilepas, Bupati Titip Sejumlah Pesan

Dari 47 CHJ, terdiri dari 18 laki-laki dan 29 perempuan. Jemaah tertua atas nama Kislam…

8 hours ago

Hadiri Rakernas di Solo, NPCI Papua Berkomitmen Sumbang Atlet untuk Indonesia

Ketua NPCI Papua, Jayakusuma menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) NPCI Pusat di Kota Solo, Jawa…

9 hours ago

Kemenhaj Dorong Percepatan Embarkasi Mandiri di Papua

Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmen kuat dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.…

9 hours ago