Suara Abraham Kabey meninggi dan suaranya pecah menahan duka. Irene terus berteriak meminta pertolongan. Namun harapannya seperti lenyap di balik prosedur dan administrasi. “Para petugas tetap tidak memeriksa Irene dan diminta selesaikan administrasi,”ujar Abraham sambil menangis. Ambulans akhirnya melaju menuju RSUD Dok II Jayapura. Kota sunyi, tetapi di dalam kendaraan itu, perjuangan seorang ibu melawan maut berlangsung dalam senyap.
Hingga di turunan tanjakan Skyline menuju Entrop, Irene menyerah. Di sana, di tengah perjalanan menuju rumah sakit yang diharapkan bisa menyelamatkannya, ia menghembuskan napas terakhir, bersama calon bayinya. Pihak keluarga kini berencana menuntut pihak rumah sakit atas perlakuan yang mereka alami. Kisah Irene menjadi potret buram tentang jurang antara fasilitas dan pelayanan kesehatan di Jayapura. Jurang yang kadang terlalu lebar untuk dijembatani, bahkan oleh sebuah ambulans yang melaju sekuat tenaga. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
“Allah SWT telah mewanti-wanti kita dalam Quran Surat An-Nahl ayat 92, jangan sampai kita seperti…
Safari Ramadhan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, yang hadir bersama unsur Forum…
Kabag Ops Polresta Jayapura Kota, Kompol I Nengah S. Gapar, mengatakan patroli rutin terus ditingkatkan,…
Wali Kota menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain pengaruh lingkungan pergaulan,…
Menurut Airlangga, kebijakan terkait THR dan Gaji 13 2026 merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk…
Ia menilai sistem yang ada masih perlu diawasi ketat agar tidak membuka celah penyalahgunaan anggaran.…