Suara Abraham Kabey meninggi dan suaranya pecah menahan duka. Irene terus berteriak meminta pertolongan. Namun harapannya seperti lenyap di balik prosedur dan administrasi. “Para petugas tetap tidak memeriksa Irene dan diminta selesaikan administrasi,”ujar Abraham sambil menangis. Ambulans akhirnya melaju menuju RSUD Dok II Jayapura. Kota sunyi, tetapi di dalam kendaraan itu, perjuangan seorang ibu melawan maut berlangsung dalam senyap.
Hingga di turunan tanjakan Skyline menuju Entrop, Irene menyerah. Di sana, di tengah perjalanan menuju rumah sakit yang diharapkan bisa menyelamatkannya, ia menghembuskan napas terakhir, bersama calon bayinya. Pihak keluarga kini berencana menuntut pihak rumah sakit atas perlakuan yang mereka alami. Kisah Irene menjadi potret buram tentang jurang antara fasilitas dan pelayanan kesehatan di Jayapura. Jurang yang kadang terlalu lebar untuk dijembatani, bahkan oleh sebuah ambulans yang melaju sekuat tenaga. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kasus tersebut bermula dari ditemukannya seorang laki-laki berinisial VM (40) dalam kondisi meninggal dunia di…
Kapolres Jayawijaya Melalui Kasat Narkoba Iptu J.B Saragih, SH mengaku pengungkapan kasus masuknya sabu ke…
Menurut Asep, imbauan itu disampaikan sebagai bentuk pengawasan sekaligus aksi nyata KPK dalam menjaga kedaulatan…
“Gigi itu punya beberapa lapisan. Paling luar adalah enamel atau email, di bawahnya dentin, lalu…
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sebanyak 8 unit kendaraan yang melanggar aturan parkir, terdiri dari…
‘’Kalau air pasang laut yang sudah terjadi dalam 2-3 hari kemarin itu, belum setinggi yang…