Categories: FEATURES

Ironis, Bangunan Megah RSUP Tapi Warga Sekitar Harus “Menikmati” Air dan Lumpur

Mengunjungi Pemukiman Konya yang Masih Langganan Terendam Banjir

Hujan deras yang terjadi Selasa (8/7) kembali menyebabkan banjir dan luapan sampah di jalanan. Kondisi ini juga terjadi di perumahan Organda, termasuk di pemukiman Konya yang selama ini jadi langganan banjir.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Banjir merendam sebagian rumah di Kampung Konya, Distrik Abepura, mulai Selasa (8/7) dini hari. Bahkan hingga Rabu (9/7) sore masih tergenang. Sejumlah warga kesulitan beraktivitas hingga harus tetap diam di dalam rumah.

Pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, banjir menggenangi hampir seluruh area kampung. Beberapa warga terlihat harus menembus genangan banjir dengan susah payah. Mereka ada yang rela basah-basahan dengan berjalan kaki dan ada juga yang terdiam di dalam rumah pengungsian.

Salah satu warga yang tinggal di belakanga RSUP Jayapura, memilih tetap berdiam di rumah, karena akses jalan di kawasan Konya yang terendam banjir. (foto:Jimi/Cepos)

Terlihat beberapa warga sedang membersihkan sampah di rumahnya yang terbawa genangan banjir. Ada juga yang terpaksa memanfaatkan air banjir yang kecoklatan bercampur lumpur tersebut untuk mencuci motor yang terkena lumpur.

Kawasan Konya ini memang menjadi tempat luapan banjir mulai dari kawasan Padang Bulan, yang masuk lewat drainase depan Perumahan Organda, Lembah Emereuw dan bermuara di kawasan resapan Konya.

Berkurangnya kawasan resapan Konya akibat penimbunan untuk pembangunan RSUP Jayapura ini, membuat genangan air cepat naik. Hanya hujan deras semalam saja, air langsung meluap dan mengenangi pemukiman warga, baik di Organda maupun di Konya yang tepat di belakang RSUP Jayapura.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

3 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

3 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

3 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

4 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

4 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

4 days ago