Saat hujan deras Selasa (8/7) dini hari kemarin, ruas jalan poros Organda sudah terendam di atas lutut orang dewasa. Beberapa rumah di Blok A terendam. Bahkan hingga Rabu (8/7) sore, air masih mengenang setengah betis orang dewasa. Kondisi lebih parah dirasakan di Konya, karena konturnya relatif lebih rendah. Dimana genangan air mencapai 1 meter hingga 1,5 meter.
Bahkan, di depan pintu masuk Rumah Sakit Umum Papua (RSUP) juga terlihat tergenang air hingga menutup jalan. Para pengendara sepeda motor pun tampak hati-hati saat melintas.
Salah satu warga kampung Konya, Ibu Dika (50) mengatakan luapan sungai tersebut terjadi karena di sekitar mulut lubang Batu (pintu keluar air) tersumbat dengan sampah. Sehingga mengakibatkan air tampung di perumahan penduduk.
Diketahui dahulu tempat tersebut jarang dilanda banjir, namun setelah ada penimbunan dan bangunan RSUP berdiri, kampung Konya menjadi lebih sering langganan banjir. Hal ini dikarenakan pembangunan RS milik kementerian kesehatan itu dibangun di atas daerah resapan air.
“Lokasi pembangunan RSUP inikan daerah kawasan resapan air, namun dimanfaatkan oleh pemerintah untuk pembangunan Rumah Sakit. Tanpa memikirkan kehidupan masyarakat sekitar. Kita di sini (kampung Konya) yang kena imbasnya,” jelas Ibu Dika kepada Cenderawasih Pos, Rabu (9/7).
Seperti diketahui banjir di kampung tersebut terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi, sehingga mengakibatkan tertutupnya saluran pembuangan air dari Lembah Emereuw menuju Kali Acay dengan sampah.
Menurut Dika, pembangunan RSUP sangat berdampak pada kerusakan lingkungan sekitar. Karena itu dia berharap pemerintah dapat menyelesaikan masalah tersebut agar masyarakat tidak lagi kesulitan jika banjir tiba.
Dirinya pun sedikit kecewa, tetapi mau bagaimana, pembangunan RSUP yang megah itu tersebut telah beroperasi. Warga pun terpaksa harus “menikmati” luapan banjir, yang disertai sampah dan lumpur menggenangi rumah mereka.
Winsos (26), warga lain menyebut, adapun banjir tersebut baru bisa surut diperkirakan kurang lebih satu Minggu kedepan, jika tidak lagi terjadi hujan. “Ini satu Minggu baru bisa turun, kalau tidak ada hujan. Tetapi kalau hujan lagi pasti tetap akan naik lagi,” ungkap Wensos.
Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…
Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…
Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…
Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…
Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…