Categories: NASIONAL

Dampak Perang Iran Melawan Amerika Serikat-Israel, Begini Prediksi Harga Minyak

JAKARTA- Kondisi komoditas energi dunia saat ini sedang berada dalam fase lonjakan, per hari ini, Senin, 2 Maret 2026, usai serangan Iran membidik kapal minyak di Selat Hormuz, pasar energi global merespons serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran dengan guncangan yang cukup signifikan.

Berikut adalah analisis mengenai prediksi harga BBM dan energi dunia: Setelah pasar dibuka kembali pasca-serangan akhir pekan lalu, harga minyak dunia langsung melonjak tajam: Lonjakan Drastis: Harga minyak mentah jenis Brent melonjak sekitar 9% hari ini, menembus angka USD 80 – USD 82 per barel. Padahal, sebelum eskalasi, harga masih stabil di kisaran USD 72.

Potensi “Meledak”: Jika Iran merealisasikan ancaman penutupan total Selat Hormuz (jalur bagi 20% pasokan minyak dunia), para analis memperkirakan harga minyak bisa melesat ke angka USD 100 hingga USD 120 per barel, mirip dengan situasi awal invasi Rusia ke Ukraina. Faktor Penahan: Kabar baiknya, aliansi OPEC+ baru saja sepakat (1 Maret 2026) untuk meningkatkan produksi guna meredam gejolak harga. Namun, efektivitas langkah ini bergantung pada seberapa aman jalur distribusi di Timur Tengah.

Dampak Langsung pada Harga BBM di Indonesia

Di Indonesia, efeknya sudah mulai terasa secara bertahap: BBM Non-Subsidi: Per 1 Maret 2026, Pertamina dan penyedia BBM swasta (Shell, Vivo, BP) telah menaikkan harga. Contohnya, Pertamax kini berada di kisaran Rp12.300 – Rp12.900 (tergantung wilayah), sementara Pertamina Dex naik menjadi Rp14.500.

BBM Subsidi (Pertalite & Biosolar): Hingga saat ini pemerintah masih menahan harga Pertalite di Rp10.000. Namun, pakar energi memperingatkan bahwa jika harga minyak dunia bertahan di atas $100, beban subsidi akan “jebol” dan memaksa pemerintah melakukan penyesuaian harga atau pembatasan kuota yang lebih ketat.

Risiko Kelangkaan: Mantan Wapres Jusuf Kalla mengingatkan bahwa stok BBM nasional rata-rata hanya cukup untuk tiga minggu. Jika pasokan dari Timur Tengah terganggu lama, tantangan utamanya bukan lagi sekadar harga mahal, melainkan ketersediaan barang.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

13 hours ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

14 hours ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

15 hours ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

15 hours ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

16 hours ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

16 hours ago