Lebih lanjut Wensos menyebut, dampak lain terjadinya banjir di kampung itu ialah kurangnya air bersih untuk masyarakat setempat. Tak hanya itu, akses transportasi bagi masyarakat setempat alami kendala. Lantaran jalan utama terendam banjir, terpaksa masyarakat harus bertahan dengan kondisi yang ada, hingga banjir surut.
“Kita di sini pakai air PDAM, tetapi airnya tidak lagi bersih karena karena terkena banjir dan lumpur. Kita mau keluar dengan kendaraan juga tidak bisa, karena jalan masih tergenang,” ungkapnya.
Adapun jalan yang telah disediakan oleh pihak RS untuk masyarakat setempat yakni jalan jembatan kayu. Tetapi masyarakat harus bersedia jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.
Saat pembangunan berlangsung, kala itu pihak pengembang rumah sakit mengaku bakal menyediakan pompa air, untuk mempercepat surutnya air, jika di kawasan Konya ini terendam banjir. Namun, nampaknya hal itu tidak terealisasi. Warga pun harus bersabar, menunggu air surut, meski butuh waktu berhari-hari. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…