Lebih lanjut Wensos menyebut, dampak lain terjadinya banjir di kampung itu ialah kurangnya air bersih untuk masyarakat setempat. Tak hanya itu, akses transportasi bagi masyarakat setempat alami kendala. Lantaran jalan utama terendam banjir, terpaksa masyarakat harus bertahan dengan kondisi yang ada, hingga banjir surut.
“Kita di sini pakai air PDAM, tetapi airnya tidak lagi bersih karena karena terkena banjir dan lumpur. Kita mau keluar dengan kendaraan juga tidak bisa, karena jalan masih tergenang,” ungkapnya.
Adapun jalan yang telah disediakan oleh pihak RS untuk masyarakat setempat yakni jalan jembatan kayu. Tetapi masyarakat harus bersedia jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.
Saat pembangunan berlangsung, kala itu pihak pengembang rumah sakit mengaku bakal menyediakan pompa air, untuk mempercepat surutnya air, jika di kawasan Konya ini terendam banjir. Namun, nampaknya hal itu tidak terealisasi. Warga pun harus bersabar, menunggu air surut, meski butuh waktu berhari-hari. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…