Lebih lanjut Wensos menyebut, dampak lain terjadinya banjir di kampung itu ialah kurangnya air bersih untuk masyarakat setempat. Tak hanya itu, akses transportasi bagi masyarakat setempat alami kendala. Lantaran jalan utama terendam banjir, terpaksa masyarakat harus bertahan dengan kondisi yang ada, hingga banjir surut.
“Kita di sini pakai air PDAM, tetapi airnya tidak lagi bersih karena karena terkena banjir dan lumpur. Kita mau keluar dengan kendaraan juga tidak bisa, karena jalan masih tergenang,” ungkapnya.
Adapun jalan yang telah disediakan oleh pihak RS untuk masyarakat setempat yakni jalan jembatan kayu. Tetapi masyarakat harus bersedia jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.
Saat pembangunan berlangsung, kala itu pihak pengembang rumah sakit mengaku bakal menyediakan pompa air, untuk mempercepat surutnya air, jika di kawasan Konya ini terendam banjir. Namun, nampaknya hal itu tidak terealisasi. Warga pun harus bersabar, menunggu air surut, meski butuh waktu berhari-hari. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ketua KSPI Papua, Benyamin Eduard Inuri, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak…
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pemerintah. Sosialisasi…
Menurut Sandra beberapa poin krusial yang menjadi beban pikiran masyarakat Papua saat ini, di antaranya:…
Berbeda dengan aksi massa mahasiswa sebelumnya pada, Senin 27 April 2026 lalu, ruas Waena-Abepura sempat…
Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan fogging hanya efektif jika digunakan sesuai prosedur. Kesalahan…
Pemerintah Kota Jayapura mendorong pengelola ritel modern untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,…