Categories: EKONOMI BISNIS

Pemkot Jayapura Luncurkan Kebijakan untuk Menghadapi Lesunya Perekonomian

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura telah meluncurkan sejumlah kebijakan untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha dalam menghadapi situasi perekonomian yang masih lesu akibat efisiensi anggaran dan pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Papua.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengungkapkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

“Beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah Kota Jayapura antara lain meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal,”katanya, usai membuka acara SheHack Innovate Jayapura yang diselenggarakan Indosat Ooredoo Hutchison di MaxOne Hotel Jayapura, Kamis (22/5).

Dijelaskan, Pemerintah Kota Jayapura telah membuat regulasi agar semua pengusaha di Kota Jayapura bisa bermitra dengan pemerintah untuk menyerap tenaga kerja lokal. Contohnya, ritel modern Alfamidi dan Indomaret harus merekrut tenaga kerja lokal dalam bekerja di supermarketnya.

Kemudian, mengurangi pengeluaran orang tua, pemerintah telah melakukan intervensi untuk mengurangi pengeluaran orang tua, seperti tidak ada lagi uang pendaftaran saat masuk sekolah dan melarang kegiatan kelulusan yang memerlukan biaya besar, adanya biaya ujian dan lainnya.

Termasuk meningkatkan aktivitas pasar, pemerintah telah memperbaiki pasar dan melarang pedagang berjualan di luar pasar untuk meningkatkan aktivitas jual beli. Lalu mempermudah akses kredit, pemerintah meminta perbankan untuk mempermudah akses kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

14 hours ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

14 hours ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

15 hours ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

16 hours ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

16 hours ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

16 hours ago