

Peti kemas yang ditaruh di Lokasi Area Angkatan Laut Entrop, karena di TKP Jayapura masih membutuhkan lokasi yang lebih luas lagi, Kamis (9/10) (FOTO:Priyadi/Cepos)
JAYAPURA – Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Jayapura pada Triwulan III Tahun 2025 mengalami perlambatan.
Manager Operasional TPK Jayapura, Jems Fonataba mengungkapkan bahwa arus peti kemas hingga triwulan III tahun ini mencapai 62.028 TEUs, atau 92 persen dari target sebesar 67.395 TEUs.
“Masih ada target sekitar 28.623 TEUs yang harus dikejar hingga akhir tahun. Artinya, kami perlu throughput rata-rata 9.541 TEUs per bulan, dan itu cukup berat,” ujarnya, Kamis (9/10).
Menurut Jems, target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025 sebesar 90.541 TEUs, sedikit lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2024 yang mencapai 88.940 TEUs. Namun, sejumlah faktor membuat pencapaian tahun ini menantang.
Salah satu penyebab utama penurunan arus peti kemas adalah pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Papua. Seiring berdirinya provinsi-provinsi baru, arus distribusi barang kini tidak lagi terpusat di Jayapura, tetapi langsung dikirim ke wilayah masing-masing melalui pelabuhan setempat.
Page: 1 2
Dimana, untuk membendung laju kejahatan terhadap satwa liar tersebut, BBKSDA Papua secara masif menggalakkan program…
Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…
Persipura dan Garudayaksa FC bermain 1-1, gol Persipura dicetak oleh talenta muda Lazarus Sinim. Meski…
Juru taktik Persipura, Andri Ramawi mengaku kedua pemain impornya sangat cepat beradaptasi. Pemain asal Argentina…
Aksi saling serang menggunakan batu, botol kaca, hingga balok kayu memaksa para pengguna jalan…
Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menargetkan pengelolaan venue olahraga milik Pemerintah Provinsi Papua,…