Categories: EKONOMI BISNIS

Tingkatkan Kompetensi dan Produktivitas Petani, BI Ajak Petani Papua PPL

JAYAPURA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Papua) membawa petani dan penyuluh pertanian  lapangan (PPL) Papua untuk belajar good agricultural practices (GAP) di daerah produsen pangan dan hortikultura di Jawa.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Faturachmat menjelaskan,  pembelajaran GAP selama tiga hari dimaksud bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas produksi serta mendukung pengendalian inflasi. Perwakilan petani/PPL berasal dari Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Diakuinya, dalam kegiatan tersebut, rangkaian pembelajaran GAP yang diselenggarakan oleh KPw BI Papua bersama dengan Petani dan PPL yang dimulai pada tanggal 28 Mei 2024, diawali dengan kegiatan capacity building implementasi best practice pasar lelang dengan komoditas cabai dengan Koperasi Pemasaran Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kelompok Tani Kembang Sari di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penerapan pasar lelang cabai di wilayah Papua agar dapat memotong rantai pasok yang panjang sehingga petani mendapatkan harga yang wajar dan stabil,” Katanya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Kamis (1/6) kemarin.

Lanjutnya, selain itu pada tanggal 29 Mei 2024 adalah studi banding penerapan pertanian organik serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam implementasi digital farming bersama Paguyuban Al-Barokah di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

“Hal ini sebagai respon terhadap kerap terjadinya kenaikan harga serta kelangkaan pupuk kimia. Dengan dilaksanakannya studi banding ini, diharapkan dapat memberikan insight ke petani dan PPL untuk dapat memulai penerapan pertanian organik dan memproduksi pupuk organik secara mandiri guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sehingga tingkat kesehatan lahan pun tetap terjaga,” terangnya.

Menurutnya, penerapan digital farming juga penting dilakukan bertujuan meningkatkan produktivitas serta mengurangi biaya usaha tani.

Untuk mengembangkan budi daya bawang putih khususnya di Papua Pegunungan, pada tanggal 30 Mei 2024 telah dilakukan capacity building budidaya bawang putih sebagai implementasi GAP di Kelompok Tani Berkah Tani, tepatnya di Learning Center Bawang Putih, Guci, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

“Capacity building ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian bawang putih di wilayah Papua khususnya Papua Pegunungan yang memiliki karakteristik tanah dan wilayah berdataran tinggi, ” pungkasnya. (ana/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

2 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

3 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

4 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

5 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

6 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

7 hours ago